May 22, 2014

Romantisme Penutupan Dolly 19 Juni 2014

Surabaya, CocoNotes - Dolly merupakan lokalisasi yang disebut sebagai lokalisasi terbesar di Asia Tenggara. Lokasi Dolly terletak di salah satu sudut kota Surabaya yang lumayan hingar bingar di malam hari, tetapi terkesan sebagai kawasan kampung kumuh di siang hari.

Sebagai salah satu lokalisasi di Jawa Timur, Dolly sebenarnya sudah masuk dalam target program penutupan lokalisasi di Jawa Timur yang dicanangkan oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia) Jawa Timur bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada tahun 2010.

Kesepakatan penutupan lokalisasi di Jawa Timur antara MUI Jatim dengan Gubernur Soekarwo selaku Pemprov Jatim pada tahun 2010 tersebut memang terkesan alot dalam implementasinya, karena adanya elemen masyarakat yang keberatan jika lokalisasi tersebut ditutup. Berdasarkan penjelasan Muhammad Yunus, Sekretaris MUI Jatim, disebutkan bahwa di Jawa timur terdapat 47 lokalisasi yang menjadi target penutupan dan Banyuwangi merupakan kota dengan jumlah lokalisasi terbesar di Jawa Timur. Di Banyuwangi, terdapat 15 lokalisasi yang terdaftar, dan sampai tahun 2013, sebanyak 14 di antaranya telah ditutup. Sehingga tahun 2014 ini tinggal 1 lokalisasi yang menjadi target penutupan lokalisasi di Banyuwangi (15 Mei 2014).

Hingga tahun 2014, dari 47 lokalisasi yang ada di Jawa Timur, masih tersisa sekitar 13 lokalisasi yang belum ditutup. Di mana Dolly yang merupakan salah satu lokalisasi terbesar di Jawa Timur dan bahkan di Asia Tenggara, merupakan lokalisasi yang cukup rumit untuk pelaksanaan penutupannya.

Sejak kesepakatan MUI Jatim dan Gubernur Karwo diluncurkan tahun 2010, terjadi pro kontra atas penutupan Dolly. Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, yang awalnya belum setuju dengan penutupan Dolly dengan berbagai pertimbangan, pada tahun 2014 menyatakan dukungannya terhadap penutupan Dolly. Namun, tantangan penutupan Dolly bahkan tetap ditemui ketika Tri Rismaharini, telah luluh hatinya dan mengemukakan persetujuannya untuk melakukan penutupan Dolly. Tantangan tersebut terutama datang dari para pihak yang diuntungkan dengan kehadiran lokalisasi yang beromzet puluhan  milyar rupiah per hari itu. Dengan alasan klasik yaitu hilangnya sumber pendapatan masyarakat di sekitar Dolly. Selain itu, Tri Rismaharini sendiri, selaku Walikota Surabaya, harus beda pendapat dengan Wakil Walikota Wisnu Sakti Buana, yang menyatakan bahwa masyarakat sekitar lokalisasi belum siap jika Dolly ditutup.

Lebih lanjut, Muhammad Yunus mengemukakan bahwa, sebenarnya, penutupan lokalisasi tersebut tidak dilakukan secara serta merta. Sebagaimana dengan program-program publik lainnya, penutupan lokalisasi juga mengusung konsep yang win-win solution. Konsep penutupan lokalisasi tersebut adalah holistik, integratif, persuasif, dan humanistik. Artinya, penutupan lokalisasi tersebut mempertimbangkan banyak hal yang berhubungan dengan masyarakat, melibatkan banyak pihak, terpadu, dan sangat mengedepankan unsur kemanusiaan yang adil dan beradab.

Pelibatan masyarakat dalam penutupan lokalisasi ini dibutuhkan untuk melakukan pengentasan para PSK, pendampingan dan pembinaan PSK  dan masyarakat di sekitarnya, hingga mereka semua dapat menjalani kehidupan secara normal, dan mencari nafkah dengan keahlian atau ketrampilan yang mereka punya. Hal ini seperti dicontohkan oleh Kiai Khoiron Syu'aib bersama istri di Dupak Bangunsari, rumah dan pesantrennya bersebelahan dengan kompleks lokalisasi. Dengan demikian, pendampingan dan pembinaan dapat dilakukan secara lebih intensif, baik dari sisi material maupun mental.

Penutupan Dolly pada dasarnya bukan hanya diinginkan oleh masyarakat di luar kawasan Dolly, tetapi juga oleh masyarakat yang berada di lingkungan Dolly. Dalam sebuah survei yang dilakukan kepada anak-anak di lingkungan Dolly, 100 persen anak-anak menyatakan setuju jika Dolly ditutup. Artinya, anak-anak di lingkungan Dolly telah risau dan tidak nyaman dengan keberadaan Dolly.

Oleh karena itu, dalam penutupan Dolly yang akan dilakukan pada 19 Juni 2014 tersebut, pihak-pihak pro dan kontra, sama-sama saling menggalang dukungan untuk mempertahankan pendapat mereka. Masyarakat kini tinggal berharap agar penutupan Dolly berujung dengan happy ending.

0 komentar:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. CocoNotes - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz Templates