Beli Roti atau Beli Apartemen Bos? Rame Banget

Surabaya, CocoNotes - Padatnya pengunjung event pemilihan unit Westown View yang diselenggarakan di Grand City Ballroom Level 4 dan Diamond...

Rental Surabaya
Showing posts with label Salon. Show all posts
Showing posts with label Salon. Show all posts

January 23, 2015

Test The Water, Blow Up dan Rebonding Berita

CocoNotes, Surabaya - Permainan melempar air dengan kerikil atau bebatuan kecil bisa diaplikasikan secara menarik dan efektif dalam tahap sosialisasi dan internalisasi sebuah kebijakan. Ya, semacam pilot project acak. Dengan demikian akan menekan waktu, tenaga, dan biaya yang lebih besar jika dilakukan dalam sebuah pilot project yang terstruktur. 
Test the water

Terlebih, dengan semakin meleknya masyarakat akan teknologi informasi, implementasi test the water sebuah kebijakan semakin mudah. Hanya dengan blowing up di media secara perlahan, dan media sosial akan menggelontorkannya dengan berbagai cara, sehingga melahirkan beragam opini. So, tinggal menyimpulkan saja, bagaimana tingkat acceptance khalayak. 

Setelah diambil kesimpulannya, maka langkah selanjutnya adalah melakukan rebonding. Meluruskan berita yang telah diblow up, jika memang tingkat acceptancenya tinggi dan positif. Tetapi jika acceptancenya rendah, atau cenderung negatif, dan bahkan memang negatif, sehingga menimbulkan pergolakan atau perlawanan, maka jurusnya adalah 'ngeles' atau menghindar. 
Atau ... Menggelontorkan berita baru untuk menggerus berita yang mendapat penerimaan negatif oleh masyarakat tersebut. Misalnya, berita penangkapan teroris, berita pembunuhan, kecelakaan, pelecehan seksual oleh pemuka agama, guru, dan sejenisnya. 

Ya, test the water bukan hanya mengambil pelajaran dari permainan melempar air dengan batu kecil, tetapi juga belajar dari trend perawatan rambut di salon kecantikan. Blow untuk mengembangkan rambut, dan rebonding untuk meluruskannya, bahkan juga dengan pengecatan dan (hair) extention ....

Pic. taken by @mom_of_five, Lamongan, Agustus 2014

November 8, 2014

"Terlihat" Cantik dengan Make Up

Surabaya, CocoNotes - Seorang wanita cantik datang ke salon. Kecantikannya membuat desir setiap pria yang memandang. Menarik mata setiap wanita. Untuk mencari celah di bagian mana dari kecantikannya yang bisa ditiru. Ingin tahu pula apa rahasia kecantikannya. Di usianya yang telah mencapai 69 tahun pun, perempuan itu tetap cantik dan memikat. 
Selama 10 tahun ini pula, wanita cantik itu menggunakan jasa perawatan kecantikan di sebuah salon. Namun, pada tahun ke sebelas, dia harus memilih pengelola salon baru, karena pengelola salon yang lama sudah lanjut usia. 

Meskipun awalnya dia ragu dengan kemampuan si pengelola salon baru ini, tetapi keluarganya menyampaikan janji-janji manis bahwa pengelola salon baru ini adalah perawat kecantikan yang handal. Yang mampu memahami setiap kebutuhan pada detail tubuhnya. Akan ada banyak trik dan teknik kecantikan yang lebih alami dan sesuai dengan usia kulit dan wajahnya. 

Akhirnya, setelah menerima argumen-argumen dari keluarganya Wanita cantik itu pun menerima pengelola salon baru ini untuk merawat kecantikannya. Hari pertama, keluarganya menyambut meriah si pengelola salon baru ini. Pesta tiga hari tiga malam dengan menampilkan hiburan musik rock skala nasional dan bahkan internasional. 
Dia pun mendapatkan perawatan gratis untuk perkenalan pertama. Yah, lumayan. Menyenangkan, meskipun dia harus ikut begadang. Meskipun lagi, sebenarnya dia tidak senang begadangan, karena pastinya akan memudarkan sedikit cahaya kecantikannya. 
Apalagi di dalam hatinya yang paling dalam, dia tidak suka dengan musik imporan itu. La wong dia sudah punya musik dan seni favorit macam langgam keroncongnya Sundari Sukoco ataupun Waljinah dan gamelan je. Kalaupun lagu impor ya setidaknya Engelbert Humperdink atau Beatles lah. Atau kalau tidak ya si Ganteng Richard Marx itu, hehehe ... Yang rambutnya blonde dengan mata birunya yang seksi dan bibirnya hmmm ... (STOP, nanti kena UU ITE dan Pornografi Lo ya...) 

Lagipula, kalau memang ini tajuknya syukuran, ya kasih itu pengajian. La wong mayoritas warga sekitar kan ya muslim toh. Atau ya, membangun kebersamaan dengan anak yatim dan kaum dhuafa saja. Daripada pertunjukan rock n roll kayak gini. Sampai-sampai ada yang menyabet polisi pakai taring babi. Ih, ngeri ... 
Tetapi, menurut kerabatnya lagi, kadang-kadang orang hidup perlu hiburan dan bersenang-senang. Ya, sudahlah. Dia mengikuti saja. Apalagi di era globalisasi, tidak seharusnya hanya menikmati musik langgam keroncong yang mendayu-dayu itu. Diperlukan musik impor yang menghentak dan bersemangat. 
Kalaupun pakai pengajian, itu namanya tidak menghargai tetangga yang nonmuslim. Agama kan tidak perlu digembar-gemborkan. La wong habis gini juga di KTP tidak harus mencantumkan agama kok. Mau beragama kek, mau enggak kek, terserah. Bebas bebas saja... (la, sila Ketuhanan Yang Mahaesa bagaimana dong ....)

Yo wes lah. Si cantik sudah menyerahkan keputusan pada keluarganya. Yang penting, kecantikannya tetap dirawat saja. Dia juga tidak ingin kecantikannya memudar hanya karena salah dalam perawatan saja. 
Tetapi ... Setelah memilih staf dan karyawan di salonnya, pengelola salon ini tidak memilih berdasarkan kriteria karyawan salon. Masa iya, tukang masak diangkat jadi staf bagian spa. Katanya, karena spa ada hubungannya dengan rempah-rempah. 
Ahaa ... la iya lah. Tapi mengolah rempah untuk memasak berbeda dong dengan mengolah rempah untuk spa. Hehehe ... 

Dengan sedikit senyum-senyum dan batuk-batuk kecil, si Cantik memperhatikan para staf bekerja. Semua bergerak ke sana ke mari. Tidak ada sistem dan prosedur yang ditetapkan. Semua bergerak sesuai dengan yang dimaui. Meskipun kadang-kadang harus sedikit memaksa. Ya, namanya juga pengelola baru. 
Bahkan menyebut foundation bedak pun katanya body lotion. Byuh ... Bukan staf bukan pengelolanya sama saja .... 
Dan, tiba-tiba. Pengelola salon memoles wajahnya dengan bedak yang lama. Itu adalah bedak yang digunakan oleh pengelola salon tahun lalu. Make Up yang digunakan juga sama. Kosmetikanya juga sama. Hanya saja tas dan kotak pembungkusnya saja yang berbeda. 
Sepertinya.

Lo lo lo ... 
Katanya ada trik dan teknik baru dalam perawatan kecantikan. La kok ini bahan dan tekniknya sama. Hanya saja packagingnya yang berbeda. Ordernya di pabrik kecil dekat rumah lagi. 
Wow, padahal biasanya si Cantik kan beli bedaknya yang Orisinil, dari Mustika Ratunya Ibu Mooryati Soedibyo atau Sari Ayunya Martha Tilaar. 

Kok seperti tidak dipersiapkan dulu. Kalaupun akan memilih bedak di pabrik baru kan ya harus diselidiki dulu, dirundingkan dulu, dia setuju atau tidak. Karena pastinya harus disesuaikan dengan jenis kulitnya. 

Bleeeh ... Dia masih mendiamkan saja ... Katanya semua bisa diatur. Kalaupun tidak cocok, nanti bisa diganti. Kan setelah ini tarif biaya perawatan dinaikkan. 

Hahhh .... #ImprovisasiTrioUburUbur
Akhirnya, dia mulai merasa sedikit terganggu juga. Kuas yang digunakan untuk memoles wajahnya agak kasar. Kelihatannya lembut, tetapi saat menempel di wajah terasa kasar. Tidak seperti yang sebelumnya. 
Demikian pula dengan ramuan rempah untuk Spa ... 
Tetapi ... 
Biarlah. 
Tunggu dulu. Masih dua minggu ini ... 

Si Cantik pun bertahan untuk bersabar. Menanti ada kebaikan dalam perawatan kecantikannya.... 
Masalahnya kemudian adalah ..... anggaran untuk biaya perawatan kecantikan ini yang tidak bisa dia ketahui asal-usulnya. Semua terkesan 'ujug-ujug'. Dan, tiba-tiba saja dia harus mendengar bahwa untuk dana awal diperlukan pembelian bedak sebesar 6,5 Triliun. 
Dan lagi ... tarif biaya perawatan dinaikkan dengan ketentuan pembayaran biaya mingguan. 

Brakkk .... 
Kalau yang ini apa bisa bikin diriku tetap cantik bersinar? Apa tidak malah memudarkan dan membuatku jadi bopeng-bopeng? Atau kurus kering gara-gara stres mikirin tarif yang melambung tinggi?

Ahemmm .... dibawa senyum saja ah ...
Pic. By. Nur Muhammad, 28/9/2014, Mojokerto, Edited

August 15, 2014

Karena Setiap Perempuan Ingin Terlihat Cantik

Body Painting (Pic. Pinjam dari Mr Bram Wiharsa, 2014, Jakarta)
Surabaya, CocoNotes - Perempuan memang berstereotype feminin, lembut, dan lekat dengan kecantikan. Stereotype tersebut kemudian terbangun dalam opini dan mindset para perempuan, bahwa perempuan adalah kecantikan. Agar terlihat cantik, ragam cara pun dilakukan. Mulai dari pola berdandan, pola perawatan tubuh, rambut, alis, muka, dan pola berpakaian. Aneka make up dan aneka fashion serta parfum dan assessories penunjang penampilan yang menarik dan memesona dilakukan. Yang penting, bagaimana terlihat menawan dan membuat setiap mata tertuju padanya. Sampai-sampai operasi plastik dan ragam diet yang menyakitkan pun dijalani. Untuk sebuah kecantikan.

Karena Kecantikan itu mahal
Selain menyakitkan, untuk dapat tampil secara fisik yang cantik pun memerlukan biaya baik moneter maupun nonmoneter. Biaya perawatan di rumah, biaya perlegkapan berdandan, biaya aneka pakaian dan assesoris, dan biaya perawatan ke salon - adalah sebagian kecil biaya-biaya yang bersifat moneter yang harus dikeluarkan oleh seorang perempuan. 

Sementara biaya nonmoneter dapat dikonversi dari waktu yang diperlukan, tenaga yang dan energi yang dicurahkan, serta pikiran yang diperas untuk merancang pola dan desain dandanan seperti apa yang harus ditampilkan saat keluar rumah pada jam-jam tertentu. Karena perempuan tidak akan pernah mau tampil dengan style yang sama dalam forum yang berbeda.

Fenomena Jilboob: Karena Setiap Perempuan Ingin Terlihat Cantik
Akhir-akhir ini penggunaan jilbab dan hijab di kalangan perempuan Indonesia mulai marak. Banyak para artis yang kemudian memutuskan untuk meggunakan hijab di kepala, untuk menutupi rambutnya. Ragam desain per-hijab-an pun muncul dengan aneka bentuk dan ragam, lengkap dengan segala pernak dan perniknya. Desain hijab kepala ini selanjutnya menjadi tren di seluruh kalangan, sampai-sampai memakai hijab pun harus ada tutorialnya. Kontes-kontes per-hijab-an pun marak diselenggarakan, mulai model hijab, hijab hunt, sampai segala macam benbtuk kontes hijab diselenggarakan.
Semua Perempuan Ingin Terlihat Cantik (Pic. Fan Page Kartun Muslimah)
Nah, dari sini kemudian muncul istilah Jilboob. Berjilbab tetapi tetap menonjolkan lekak-lekuk tubuh dan kemolekan tubuh perempuan. Yang akhirnya berdampak pada munculnya pertanyaan, 'apa sebenarnya esensi hijab dan jilbab". Karena sebenarnya tujuan awal pemakaian hijab dan jilbab adalah untuk menghilangkan fitnah, isu, gosip, luka, pelecehan yang diakibatkan oleh terumbarnya aurat perempuan. Namun, dengan tren hijab, ternyata hanya rambut kepalanya yang ditutupi, tetapi aurat yang lain dibiarkan tetap ditampilkan. 

Fenomena tersebut memang menyakitkan bagi sebagian orang yang telah berjilbab sesuai syar'i. Hijab yang menutup aurat, yang tidak menonjolkan lekuk tubuh, yang tidak transparan, dan tidak menarik perhatian, serta sederhana dan memancarkan keanggunan dan ketinggian derajad perempuan. Perempuan yang terhormat.

Semua Berproses (Pic. Fan Page Kartun Muslimah)
Di sisi lain, fenomena tersebut harus disikapi dengan bijak dan sederhana. Karena semua membutuhkan proses, sehingga berhijab pun memerlukan proses. Bagaimanapun sudah menjadi mindset dan telah terjadi pembentukan opini, bahwa perempuan itu cantik. Dan cantik itu dapat dilihat, sehingga harus diperlihatkan.  Oleh karena itu, jilboobers yang banyak diedarkan foto-fotonya adalah juga bagian dari keinginan untuk berhijab, tetapi tetap trendy dengan tampilan kecantikan dan kemolekan tubuhnya. It's Ok .... karena semua butuh proses dan memang setiap perempuan ingin terlihat cantik.

CocoGress