November 11, 2014

Sumber Daya Alam Karunia Tuhan

Pic. by +Elis Shofiyatin, Surabaya, 20/10/2014
Surabaya, CocoNotes - Tulisan ini merupakan cerita ulang dari sebuah tulisan yang sudah lupa sumbernya. Yang pasti membacanya via online. Ceritanya tentang warga negara Indonesia yang sedang berada di Jerman. Ya, anggap saja sedang menempuh studi di sana.
Pada suatu hari, si Mahasiswa Indonesia tengah kelaparan. Nah, si Mahasiswa ini pun mengajak temannya yang juga dari Indonesia untuk makan di restauran. Karena lapar, mereka pun memesan makanan dalam jumlah yang lumayan besar. Di Indonesia, hal seperti itu sudah menjadi hal yang lazim. Tengok kanan, tengok kiri. Mereka melihat hal yang tidak lazim pada pengunjung restauran tersebut adalah bahwa para pengunjung memesan makanan dan minuman dalam porsi yang kecil. Bahkan walaupun di meja mereka ditempati berdua. Apa ya kenyang ya ....

Nah, setelah pesanan datang. Kedua mahasiswa tersebut pun menikmati makanannya dengan lahap. Dan, seperti biasa pula di restauran-restauran di Indonesia, kedua mahasiswa tersebut juga tidak menghabiskan makanan sampai licin tandas. Masih banyak makanan tersisa di piring. Minuman juga masih tersisa di gelas dan botol. Dengan pede nya, si Mahasiswa memanggil waiter dan menanyakan pembayaran. Si Waiter menyorongkan struk pembayaran berikut struk sanksi.
"Lo ada apa ini, kok ada sanksi," tanya mereka heran.
"Karena Anda tidak menghabiskan makanan, maka kami sanksi" jawab si Waiter.
"Lo, makanan ini kan sudah kami bayar, ngapain harus membayar lagi kalau tidak dihabiskan," tanya si Mahasiswa lagi dengan nada agak tinggi.
"Itu adalah aturan di negeri kami. Uang yang kalian bayarkan untuk membeli makanan memang uang kalian. Tetapi, sumber daya yang digunakan untuk mengolah dan diolah adalah sumberdaya kita bersama. Sumberdaya yang disediakan Tuhan untuk kita. Yang harus dijaga bersama. Jika kalian tidak mau membayar sanksi, maka kalian terpaksa kami panggilkan polisi," si Waiter menjelaskan panjang lebar.

Hmmm ... Mungkin ada kurang dan kelebihan kata dan kalimat, karena cerita tersebut adalah menceritakan kembali. Bukan copy paste alias salin tempel. Tetapi semoga tetap membawa pesan sponsor. Bahwa hendaknyalah kita belajar menghargai sumberdaya alam anugerah Tuhan. Bukan menggunakannya dengan semena-mena. Hanya karena kita bisa membelinya. Gunakan sumberdaya yang ada dengan kewajaran dan jangan melampaui batas. Toh, dalam ajaran agama juga ditekankan bahwa Tuhan tidak suka pada orang yang berlebih-lebihan. Bahkan dinyatakan bahwa mubadzir itu temannya syetan. Hiii ... Siapa juga yang mau berteman dengan syetan ya....
"Uangnya Memang Uang Anda, Tetapi Sumberdayanya adalah Anugerah Tuhan untuk Kita Bersama" 
FYI: Sepertinya, di Indonesia juga ada restauran yang menerapkan aturan semacam itu. Pemiliknya seorang wanita. Hanya saja karena lupa di mana mendapatkan informasinya, sehingga tidak dapat menceritakan kembali di sini.

0 komentar:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. CocoNotes - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz Templates