Beli Roti atau Beli Apartemen Bos? Rame Banget

Surabaya, CocoNotes - Padatnya pengunjung event pemilihan unit Westown View yang diselenggarakan di Grand City Ballroom Level 4 dan Diamond...

Rental Surabaya
Showing posts with label PLN. Show all posts
Showing posts with label PLN. Show all posts

March 7, 2014

Blackout - Baginilah Ceritanya Jika PLN Diam Saja

Pic. by CocoNotes/Surabaya, 2013
Surabaya, CocoNotes - 6 Maret 2014 pagi (pukul sembilanan) sampai sore (menjelang pukul empat sore), tiba-tiba PLN (Perusahaan Listrik Negara) melakukan pemadaman listrik di wilayah Kedung Asem, Kedung Baruk, Rungkut, Surabaya. Pemadaman listrik yang tanpa pemberitahuan itu berdampak pada keterkejutan warga. Bisa dibayangkan, listrik yang telah lekat dalam keseharian masyarakat urban, tiba-tiba lenyap tanpa pesan apapun terlebih dahulu.

Tidak adanya pemberitahuan terlebih dahulu ini berdampak pada keterkejutan dan kelumpuhan sesaat bagi sebagian besar masyarakat. Bagi rumah tangga, pemadaman listrik yang tiba-tiba menjadi sesuatu yang shocked bagi para ibu dan pengurus rumah tangga, karena ketidaksiapan untuk menjalani aktivitas hari itu. Mulai dari urusan di kamar mandi (mandi, cuci, toilet), dapur (memasak nasi, pemanas air, pendingin/kulkas), sampai urusan pakaian, seperti menyeterika dan aktivitas domestik lainnya.

Bagi perusahaan, terutama skala kecil, yang biasanya belum memiliki persiapan sumber energi listrik lain, maka pemadaman listrik yang mendadak akan menjadi sumber kerugian bagi perusahaan. Aktivitas produksi akan terhenti, administrasi terbengkalai. Terlebih bagi perusahaan yang aktivitasnya sangat tergantung dengan sambungan listrik dan internet, maka aktivitas harus terhenti di hari itu. Pastinya, kerugian yang dialami bukan hanya kerugian materi, tetapi juga psikologis, karena selain menambah biaya lembur, juga akan berdampak pada beban kerja di hari berikutnya. Dan, penyesuaian jadual pun harus dilakukan dengan seksama.

Hal ini berbeda, ketika pemadaman listrik dilakukan dengan pemberitahuan terlebih dahulu, setidaknya sehari sebelumnya. Maka masyarakat, baik rumah tangga maupun badan usaha, atau lembaga, yayasan, akan menyiapkan kebutuhannya yang mendasar. Mulai dari penyediaan tampungan air, mengisi power bank, mencharge handphone, laptop, dan gadget. Bagi perusahaan, terutama skala kecil dan menengah, pun akan mempersiapkan pemadatan jadual, menyiapkan data dan informasi yang bisa dikerjakan secara offline, dan ragam kebutuhan dasar lainnya. Dengan demikian, meskipun terjadi pemadaman listrik dan mati lampu, aktivitas di hari itu tidak langsung lumpuh. Dan, meskipun aktivitas tidak bisa dilakukan secara maksimal, at least bisa menjalankan aktivitaas sesuai dengan standar minimal.

August 25, 2012

Kebakaran Jakarta dan Refleksi Lebaran

Kebakaran Jakarta menjadi berita hangat yang mengiringi serunya berita arus balik mudik lebaran dan kecelakaan lalu lintas yang biasa mengiringi berita arus mudik. Dalam berita dari TVOne kemarin siang saja,  berita kebakaran disampaikan pada awal berita, sebelum berita arus balik mudik dari berbagai lokasi disampaikan. Dalam berita tersebut, disebutkan bahwa selama bulan Ramadhan 1433 H di tahun 2012 ini terjadi 30 kasus kebakaran di Jakata dan pada tahun 2012 terjadi 126 kasus kebakaran yang mengakibatkan kerugian sampai Rp. 26,5 Milyar. 

Beberapa titik kebakaran yang cukup menyita perhatian di antaranya adalah kebakaran Tambora Jakarta yang menghanguskan bangunan 4 RT akibat korsleting listrik, kebakaran Pondok Pinang Jakarta yang menghanguskan lebih kurang 13 rumah, dan kebakaran Bangka, Mampang Jakarta Selatan yang juga menghanguskan lebih kurang 13 Rumah (Sumber: Kabarpetang TVOne). Belum lagi kebakaran di kampung pemulung pada tanggal 19 Agustus 2012 di Bandengan Utara, Jakarta.
Porsi berita kebakaran Jakarta ini semakin memanas seiring dengan isu politik dan isu penggusuran yang mengiringinya. Sementara pihak dinas kebakaan masih menyatakan bahwa penyebab utama kebakaran adalah akibat kelalaian warga dalam mengantisipasi bahaya listrik saat rumah ditinggal mudik. Yupps....banyak rumah kosong di Jakarta akibat ditinggal mudik oleh penghuninya yang terbakar dalam peristiwa kebakaran Jakarta. Sementara itu:
  • Warga sendiri banyak yang masih nakal, yaitu menggunakan listrik secara ilegal, 
  • Tidak hati-hati atau tidak tertib dalam hal instalasi listrik (adanya dobel kabel dan steker yang bertumpuk-tumpuk dalam satu colokan).
  • Menyalakan listrik dalam jangka waktu lama (meninggalkan rumah dengan lampu menyala tanpa menitipkan ke tetangga atau orang terdekat dengan rumah untuk mematikan lampu di saat tertentu), sehingga rentan dengan adanya hubungan arus pendek.
Nah lo, .... kalau begitu, sebenarnya kebakaran yang terjadi di Jakata bisa menjadi refleksi bagi warga dan seluruh masyarakat Indonesia untuk selalu berhati-hati dalam segala hal, baik secara fisik, ruhani, dan hati-hati dalam mengais rizki (materi), karena semua yang diberikan kepada kita adalah rizki, anugerah, dan karuniaNYA. Jadi, berusaha untuk memenuhi hak atas setiap karunia dan anugerahNYA adalah lebih baik daripada menuntut dan memaksa pemenuhan hak dengan cara yang tidak haq. Karena, semua yang ada di dunia ini adalah milikNYA dan akan dengan mudah DIA mengambil semuanya jika DIA menghendaki.
Kalau memang listrik telah ada yang mengatur dari dinas PLN, harusnya warga berniat dan berusaha untuk mematuhi aturan PLN dalam hal penggunaan listrik, karena 'bagaimanapun' perspesi masyarakat terhadap PLN, sebenarnya mereka dibentuk oleh negara untuk kesejahteraan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat.

Image source: Jepret berita TVOne

CocoGress