Beli Roti atau Beli Apartemen Bos? Rame Banget

Surabaya, CocoNotes - Padatnya pengunjung event pemilihan unit Westown View yang diselenggarakan di Grand City Ballroom Level 4 dan Diamond...

Rental Surabaya
Showing posts with label Lebaran. Show all posts
Showing posts with label Lebaran. Show all posts

August 5, 2014

Bhineka Tunggal Ika, Kayanya Negeri Indonesia

Pic. Malang, 2014
Surabaya, CocoNotes - Mudik telah usai, semua mulai kembali beraktivitas. Yang ngampus ke kampus, yang ngantor ke kantor, yang sekolah ke sekolah. Mudik lebaran yang maksimal mayoritas dilakukan selama satu minggu dalam satu tahun adalah mimpi indah yang memberi cerita hebat di dunia nyata, dunia yang digeluti selama berbulan-bulan dalam satu tahun.

Hari pertama masuk bagi sebagian orang hanya hari untuk pemanasan. Beberapa bahkan masih enggan untuk ngantor, ngampus, dan sekolah, karena acaranya masih berbatas pada salam-salaman a k a halal bihalal. Dan, pastinya berbagi oleh-oleh dari kampung halaman.

Nah, di sinilah terasa amat kentalnya, betapa kayanya negeri Indonesia. Masing-masing wilayah memiliki makanan khas, produk khas, yang berbeda rasa dan cerita. Khas dan unik, menunjukkan betapa kreatifnya negeri nusantara ini dalam mengolah hasil alamnya. Mulai dari keripik buah Banjarmasin, empek-empek Palembang, keripik aloe vera Pontianak, teh aloe vera, olahan singkong, ragam kue gapit kering asin dan manis, kerupuk taci, tahu khas asin Kediri, getuk pisang, es siwalan pantai utara, Jumbreg Paciran, dan  masih banyak ragam makanan dan minuman khas olahan di masing-masing wilayah di seantero nusantara.

Dan, dengan mudik, semua makanan olahan yang khas dan unik tersebut dapat berkumpul di satu tempat. Untuk dinikmati bersama-sama. Dalam satu meja. Mengantar kebersamaan dalam kebhinekaan, untuk meraih satu tujuan, kesejahteraan bersama. Ya, Bhineka Tunggal Ikanya negeri ini adalah cermin betapa kayanya negeri nusantara ini.

August 3, 2014

Mudik: Mengapa Harus Berlelah-lelah dalam Kemacetan

pic. by Admin, Surabaya, 2014
Surabaya, CocoNotes - Mudik, berasal dari kata udik, artinya menuju udik, kembali ke udik. Mudik telah menjadi bahasa umum yang digunakan oleh hampir seluruh rakyat Indonesia, di manapun dan siapa pun, terutama saat Lebaran Iedul Fitri tiba.

Sejak Ramadhan tiba, mudik menjadi bahasan utama bagi masyarakat. Mereka pun mulai menyiapkan ragam bekal, baik fisik maupun psikologis. Mereka rela berpayah-payah menyisihkan penghasilan untuk bekal mudik. Membeli baju baru, berangkat ke salon, membeli makanan untuk oleh-oleh, menyiapkan lembaran-lembaran uang baru untuk 'angpau' kerabat di kampung, sampai antri membeli tiket kapal, kereta api, atau pesawat. Bahkan menunggu THR (Tunjangan Hari Raya) sampai keringat dingin menetes menjelang lebaran tiba, juga menjadi salah satu ritual mudik.

Dan, rona bahagia, haru, dan semangat mudik pun tetap membuncah, kala harus berdesak-desakan di angkutan umum. Atau terjebak dalam kemacetan panjang yang melelahkan. Atau, rengekan si kecil yang bosan dalam perjalanan.

Lelah dan penatnya perjalanan, serta kerikuhan akibat sulitnya membagi buah tangan di kampung tujuan, tidak mampu menghilangkan rasa bahagia yang ada jauh di relung jiwa. Meskipun, saat harus kembali ke 'dunia nyata' kantong pun turut kembali 'fitri'.

Begitulah. Mudik memang sudah menjadi ritual bagi masyarakat Indonesia dari masa ke masa. Mudik memang melelahkan. Mudik juga harus membuat jalur pantura macet. Dan, kecelakaan lalu lintas bahkan harus meningkat.

Tetapi, mudik tetap menjadi ritual yang dinanti oleh para perantau. Untuk kembali ke udik, kembali ke fitrah asalnya. Mengingat sejarah, melawan lupa, agar tidak lupa akar dan tunasnya. Tumpah darah yang mengantar setiap sosok yang saat ini telah menjadi 'orang'.

Bahwa, sebelum ini, ada cerita yang mengantar perjalanan mereka. Bahwa, 'adanya' mereka bukan tiba-tiba. Tetapi ada ayah, ibu, kakek, nenek, kakak, adik, paman, pak dhe, bu dhe, guru-guru, teman sepermainan, para tetangga, yang kesemuanya memberi warna dalam perjalanan kehidupan mereka.

August 25, 2012

Sehat Alami dengan Produk Indonesia

Sehat Alami
 Sehat Alami dengan Produk Indonesia. Yups, Indonesia, apa sih yang tidak bisa? Apa sih yang tidak dipunya Indonesia? Seperti kata Koes Plus, Indonesia adalah kolam susu, yang tongkat, kayu, dan batu bisa menjadi tanaman. Apapun yang ada di Indonesia, jika dimanfaatkan akan memberi manfaat bagi penghuninya. Tinggal bagaimana kita menjadi kreatif dan inovatif agar semua yang ada di sekitar kita bisa memberi manfaat bagi kehidupan kita.
Sebagaimana mudik lebaran pada tahun-tahun sebelumnya, tahun ini saya, suami, dan anak-anak lebih memilih tinggal di lantai atas, karena di lantai ini kami lebih bisa menikmati suasana desa. Ramahnya mentari pagi, panasnya matahari di siang hari, dan ramainya petang hari, serta dinginnya malam bertabur bintang. Ya, lantai atas masih merupakan ruang terbuka, karena tanpa pintu dan tanpa dinding yang menghalangi ruang luar dan ruang dalam. Hanya dua kamar tidur yang memiliki pintu, selebihnya adalah ruang terbuka.
Di sebelah timur ruang utama lantai dua bahkan merupakan ruang tanpa atap, tanpa dinding, sehingga pandang mata menjadi lebih leluasa menikmati hijaunya pohon, ramahnya mentari, dan tabur bintang di malam hari. Di sisi ini, Ibu menanam ragam pohon untuk kebutuhan dapur dan tanaman obat keluarga. Mulai dari bawang pre, seledri, labu, terung, cabe, tomat, bayam, kumis kucing, meniran, kacang panjang, ketimun, kunyit, dan lain-lain. 
Sangat menarik memang, ketika sedang sibuk di dapur dan kehabisan cabe atau tomat, maka tinggal memetiknya dari sebelah rumah. Ketika akan membuat sayur pun, tinggal petik bayam, terung, kacang panjang, atau labu di sebelah rumah. Saat sakit perut maka tinggal petik daun kumis kucing dan melalapnya begitu saja atau memeras airnya dan meminumnya.
Mengkudu - Produk Indonesia
Satu lagi, saat saya bertemu dengan pohon mengkudu. Saya teringat dengan rujak mengkudu muda yang biasa disantap di siang hari, atau menyantap mengkudu yang sudah matang (disebut dengan pace) begitu saja ketika menemukannya terjatuh dari pohon. Meskipun ada bau-bau yang tidak cukup sedap, tapi pada saat itu, kami menyantapnya begitu saja, bahkan tanpa teringat harus mencucinya terlebih dahulu. 
Hee.... itu adalah masa kecil saya saat tinggal di desa. Saat itu, sama sekali tidak ada terbetik dalam benak mengenai cara hidup sehat. Tetapi tinggal di desa dengan segala kelimpahan tanaman liar maupun tanaman yang sengaja ditanam telah mengantar kami bagaimana berperilaku sehat alami. Ya....sepanjang jalan di desa memang banyak pohon yang kadang kami tidak tahu namanya, tetapi jika terlihat ada buahnya, kami akan ambil dan merasakan rasanya. Jika manis atau asam akan dilanjutkan untuk memakannya, dan jika pahit maka kami akan tinggalkan. (Sampai-sampai adik saya bilang kalau saya suka bersaing dengan kambing peliharaannya, hehehe...., karena saya suka mengambili pucuk-pucuk daun lamtoro yang biasanya dia ambil sebagai makanan kambing). 
Kembali ke sehat alami yang merupakan pola hidup di desa, dan menjadi semacam budaya keluarga, adalah membuat racikan minuman kesehatan sendiri, baik dikonsumsi secara rutin maupun dikonsumsi jika sakit. Racikan rutin yang biasa digunakan oleh ibu saya adalah kumis kucing, brotowali, kumis kucing, meniran, dan kunyit. Sedang untuk saat tertentu ada yang harus dikonsumsi, seperti ketumbar saat habis lahiran, kencur jika batuk, kunyit jika panas, kumis kucing jika sakit perut (seperti dilep saat menstruasi atau saat anyang-anyangen), dan lain-lain.
Saat mulai merantau, budaya seperti itu sebenarnya masih terbawa. Namun, sulitnya mencari jenis tanaman obat keluarga tersebut di kota besar seperti Surabaya, dan susahnya menanam pepohonan tersebut di dalam pot kecil di sebelah rumah berdampak pada penggunaan obat instan yang telah tersedia di toko obat atau di minimarket sebelah rumah. Tentu, dengan risiko kandungan zat kimia di dalamnya. Jikalaupun menginginkan obat herbal dengan bikinan sendiri, biasanya masih sulit untuk mengkonsumsi obat dari tanaman obat tersebut, karena rasa dan baunya yang tidak disuka.
Jus Noni- Produk Indonesia
(Sumber gambar: http://www.anamed.co.id/produk.html)

Alhamdulillah, saat ini mulai ada obat herbal dengan bahan alami yang dipasarkan dengan kemasan menarik dan pilihan bentuk obat yang variasi, sehingga lebih mudah mengkonsumsinya sesuai selera. Salah satu produk sehat alami yang saya temukan via online adalah sari mengkudu (noni) oleh Anamed yang diproduksi dengan ragam pilihan, seperti:
  • Jus Noni Origin, dibuat dari bahan alami yaitu jus buah noni/mengkudu ditambah dengan sari buah Blueberry, sari buah Anggur, sari buah Jeruk (Lemon) dan Madu alami. Tidak mengandung gula, bahan pengawet atau bahan perasa kimia (essence).
  • Jus Noni Pure, dibuat dari bahan alami yaitu jus buah Noni (Morinda Citrifolia). Tidak mengandung gula, bahan pengawet atau bahan perasa kimia (essence).
  • Jus Noni Concentrate, dibuat dari Jus Noni Concentrate yang dikurangkan kadar airnya, sehingga didapat jus dengan kadar noni yang sangat tinggi. Tidak mengandung gula, bahan pengawet atau bahan perasa kimia (essence).
Buah mengkudu (Noni) atau Morinda Citrifolia, ternyata memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Berikut adalah kandungan dan manfaat mengkudu yang saya kutip dari Wikipedia:
  • Zat nutrisi: secara keseluruhan mengkudu merupakan buah makanan bergizi lengkap. Zat nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti protein, viamin, dan mineral penting, tersedia dalam jumlah cukup pada buah dan daun mengkudu. Selenium, salah satu mineral yang terdapat pada mengkudu merupakan antioksidan yang hebat. Berbagai jenis senyawa yang terkandung dalam mengkudu : xeronine, plant sterois,alizarin, lycine, sosium, caprylic acid, arginine, proxeronine, antra quinines, trace elemens, phenylalanine, magnesium, dll.
  • Terpenoid. Zat ini membantu dalam proses sintesis organic dan pemulihan sel-sel tubuh.
  • Zat anti bakteri. Zat-zat aktif yang terkandung dalam sari buah mengkudu itu dapat mematikan bakteri penyebab infeksi, seperti Pseudomonas aeruginosa, Protens morganii, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, dan Escherichia coli. Zat anti bakteri itu juga dapat mengontrol bakteri pathogen (mematikan) seperti Salmonella montivideo, S . scotmuelleri, S . typhi, dan Shigella dusenteriae, S . flexnerii, S . pradysenteriae, serta Staphylococcus aureus.
  • Scolopetin. Senyawa scolopetin sangat efektif sebagi unsur anti peradangan dan anti-alergi.
  • Zat anti kanker. Zat-zat anti kanker yang terdapat pada mengkudu paling efektif melawan sel-sel abnormal.
  • Xeronine dan Proxeronine. Salah satu alkaloid penting yang terdapt di dalam buah mengkudu adalah xeronine. Buah mengkudu hanya mengandung sedikit xeronine, tapi banyak mengandung bahan pembentuk (precursor) xeronine alias proxeronine dalam jumlah besar. Proxeronine adalah sejenis asam nukleat seperti koloid-koloid lainnya. Xeronine diserap sel-sel tubuh untuk mengaktifkan protein-protein yang tidak aktif, mengatur struktur dan bentuk sel yang aktif.
Jadi dengan mengkonsumsi jus Noni maka dengan sendirinya kita telah menjaga kesehatan kita dan sekaligus memproteksi tubuh dari serangan ragam penyakit generatif semacam kanker, diabetes, hipertensi, jantung.
Nah lo, ... lebih mudah konsumsinya, lebih banyak manfaatnya, lebih banyak pilihannya. Satu lagi, lebih bangga pula dengan pola hidup sehat alami dengan produk Indonesia.
Jadi, apa sih yang tidak bisa di Indonesia? Apa sih yang tidak Indonesia punya? Kekayaan alam Indonesia memudahkan kita menjalankan pola hidup sehat alami dengan produk Indonesia.

Kebakaran Jakarta dan Refleksi Lebaran

Kebakaran Jakarta menjadi berita hangat yang mengiringi serunya berita arus balik mudik lebaran dan kecelakaan lalu lintas yang biasa mengiringi berita arus mudik. Dalam berita dari TVOne kemarin siang saja,  berita kebakaran disampaikan pada awal berita, sebelum berita arus balik mudik dari berbagai lokasi disampaikan. Dalam berita tersebut, disebutkan bahwa selama bulan Ramadhan 1433 H di tahun 2012 ini terjadi 30 kasus kebakaran di Jakata dan pada tahun 2012 terjadi 126 kasus kebakaran yang mengakibatkan kerugian sampai Rp. 26,5 Milyar. 

Beberapa titik kebakaran yang cukup menyita perhatian di antaranya adalah kebakaran Tambora Jakarta yang menghanguskan bangunan 4 RT akibat korsleting listrik, kebakaran Pondok Pinang Jakarta yang menghanguskan lebih kurang 13 rumah, dan kebakaran Bangka, Mampang Jakarta Selatan yang juga menghanguskan lebih kurang 13 Rumah (Sumber: Kabarpetang TVOne). Belum lagi kebakaran di kampung pemulung pada tanggal 19 Agustus 2012 di Bandengan Utara, Jakarta.
Porsi berita kebakaran Jakarta ini semakin memanas seiring dengan isu politik dan isu penggusuran yang mengiringinya. Sementara pihak dinas kebakaan masih menyatakan bahwa penyebab utama kebakaran adalah akibat kelalaian warga dalam mengantisipasi bahaya listrik saat rumah ditinggal mudik. Yupps....banyak rumah kosong di Jakarta akibat ditinggal mudik oleh penghuninya yang terbakar dalam peristiwa kebakaran Jakarta. Sementara itu:
  • Warga sendiri banyak yang masih nakal, yaitu menggunakan listrik secara ilegal, 
  • Tidak hati-hati atau tidak tertib dalam hal instalasi listrik (adanya dobel kabel dan steker yang bertumpuk-tumpuk dalam satu colokan).
  • Menyalakan listrik dalam jangka waktu lama (meninggalkan rumah dengan lampu menyala tanpa menitipkan ke tetangga atau orang terdekat dengan rumah untuk mematikan lampu di saat tertentu), sehingga rentan dengan adanya hubungan arus pendek.
Nah lo, .... kalau begitu, sebenarnya kebakaran yang terjadi di Jakata bisa menjadi refleksi bagi warga dan seluruh masyarakat Indonesia untuk selalu berhati-hati dalam segala hal, baik secara fisik, ruhani, dan hati-hati dalam mengais rizki (materi), karena semua yang diberikan kepada kita adalah rizki, anugerah, dan karuniaNYA. Jadi, berusaha untuk memenuhi hak atas setiap karunia dan anugerahNYA adalah lebih baik daripada menuntut dan memaksa pemenuhan hak dengan cara yang tidak haq. Karena, semua yang ada di dunia ini adalah milikNYA dan akan dengan mudah DIA mengambil semuanya jika DIA menghendaki.
Kalau memang listrik telah ada yang mengatur dari dinas PLN, harusnya warga berniat dan berusaha untuk mematuhi aturan PLN dalam hal penggunaan listrik, karena 'bagaimanapun' perspesi masyarakat terhadap PLN, sebenarnya mereka dibentuk oleh negara untuk kesejahteraan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat.

Image source: Jepret berita TVOne

CocoGress