Beli Roti atau Beli Apartemen Bos? Rame Banget

Surabaya, CocoNotes - Padatnya pengunjung event pemilihan unit Westown View yang diselenggarakan di Grand City Ballroom Level 4 dan Diamond...

Rental Surabaya
Showing posts with label Kebakaran. Show all posts
Showing posts with label Kebakaran. Show all posts

February 7, 2014

Tragedi Puntung Rokok

Sepotong Puntung Rokok (Pic. Graphicleftlover)
Surabaya, CocoNotes - Liputan 6 Siang di SCTV, 3 Februari 2014 menyiarkan adanya kebakaran di Manokwari, Papua. Kebakaran itu melibatkan 30 ton BBM (Bahan Bakar Minyak). Dan penyebabnya adalah sebuah puntung rokok yang dibuang sembarangan, di sekitar lokasi. Bisa dibayangkan, sepotong puntung rokok yang sekecil itu dan tidak dihargai keberadaannya mampu menjadi penyebab marabahaya yang memakan kerugian ratusan juta dan bahkan milyaran rupiah, hanya karena ketidakhati-hatian dan ketidakpedulian si pembuang puntung rokok.

Dan, bahaya yang ditimbulkan oleh si puntung rokok pun bukan hanya menyebabkan kerugian minyak saja. Pastinya masih banyak bahaya puntung rokok, asapnya, baunya, abunya, dan menambah jumlah sampah puntung rokok.  Sebelum benar-benar menjadi puntung rokok, dia adalah sebatang rokok yang juga memberi bahaya bagi yang menhisapnya secara langsung (merokok) maupun mengisapnya secara tidak langsung (perokok pasif). Bahaya yang juga sangat besar dan bisa memakan biaya tinggi ketika sudah terserang olehnya.

Bahaya itu sendiri sudah diingatkan oleh pabrik atau produsennya, dengan selalu menyertakan pesan dalam kemasan maupun bentuk promosinya, bahwa "merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin”. Kejujuran produsen yang mengingatkan pembeli mengenai efek samping merokok tersebut diiringi dengan komunikasi positif tentang rokok. Bahwa dengan merokok maka perokok akan percaya diri, berani, gagah, maskulin, dan sifat idaman pria lainnya. Sifat idaman yang bersifat pemenuhan kebutuhan internal dan bersifat personal, dibandingkan dengan bahayanya yang bersifat plural, komunal, karena, selain mengganggu kesehatan diri sendiri, juga mengganggu kesehatan, keamanan, dan kenyamanan orang lain. Dan, juga mengganggu keuangan anak dan isteri ... 

So ... bayangkan saja. Dengan sejumlah uang kisaran ribuan tetapi bisa menimbulkan kerugian milyaran. Terlebih jika sudah kecanduan.

November 22, 2013

Jakarta oh Jakarta: Ya Banjir, Ya Kebakaran

Surabaya, CocoNotes - Melihat berita di televisi tentang banjir Jakarta tidak mengagetkan bagi pemirsa, karena begitu diguyur gerimis, Jakarta akan langsung gelagepan (terengah-engah di tengah air) akibat banjir. Yups, Jakarta memang benar-benar kota metropolian. Segala jenis gambaran kehidupan terpampang dari sana untuk menjadi pelajaran dan suguhan. Betapa tidak, permasalahan kehidupan yang sangat kompleks bisa dihadirkan oleh Ibukota Negara ini. Mulai dari padatnya kendaraan yang menimbulkan kemacetan lalu lintas, banjir di musim hujan, kekurangan air di musim kemarau, ambrolnya jalan raya, kebakara, hingga masalah pemukiman, pengemis, dan gelandangan, serta ragam tindak kejahatan, mulai kejahatan fisik sampai kejahatan politik.
Yang terdengar lucu tapi nyata dalam berita kali ini adalah adanya kebakaran di tengah kebanjiran. Bisa dibayangkan, di saat air tengah menggenang di sekitarnya dan masih bisa terjadi kebakaran adalah peristiwa yang bertolak belakang. Bukankah api akan sulit menyala dalam genangan air? Tapi itulah Jakarta.
Banjir Jakarta sendiri telah dianggap sebagai banjir langganan, sehingga telah menjadi pengalaman dan pembelajaran bagi warganya. Tahun ini misalnya, meskipun kebanjiran, banyak warga yang masih enggan untuk mengungsi. Jika di bulan November 2013 ini Jakarta mengalami banjir setinggi 30-100 cm maka bagi warga hal itu dianggap sudah biasa, karena sudah langganan dan sudah pernah mengalami banjir yang lebih parah lagi sebagaimana yang terjadi pada tahun 2012 kemarin.




Yupps, banjir jakarta memang telah menjadi langganan bagi warganya. Penyebabnya pun sudah diketahui, yaitu banjir kiriman dari Bogor dan hujan deras yang tidak mampu diresap oleh lahan di Jakarta. Itulah mengapa, meskipun banjir warga tetap beraktivitas seperti biasa karena sudah terbiasa terkena banjir. Dan sebenarnya, pemerintah juga telah mengeluarkan solusi untuk mengatasi banjir, yaitu melalui pembuatan sumur resapan, normalisasi kawasan pemukiman, dan lain-lain.

Sumber Gambar: Kumpulan Berita Banjir Harian Merdeka.com

September 2, 2012

Bersinarnya Jokowi dalam Isu Kebakaran Jakarta

Kebakaran di wilayah Jakarta yang menjadi berita panas di berbagai media diikuti dengan isu bersinarnya Jokowi di Jakarta. Ya.... setelah bersinar di Solo, Jokowi mengarahkan sinarnya ke Jakarta untuk menguak derit kemacetan Jakarta, mencerahkan mendung dalam kumuhnya perkampungan di Jakarta, serta membendung banjir yang selalu mewarnai Ibukota Negara Indonesia tersebut, dan menyeruakkan isu Jakarta Baru yang lebih cerah.
Dalam rangka mewujudkan misi tersebut, Jokowi dipersandingkan dengan Basuki Ahok. Jokowi yang memiliki nama asli Joko Widodo merupakan Wali KOta Solo yang masuk dalam daftar nominasi 25 walikota terbaik dunia versi City Mayors Foundation. (Perlu diketahui bahwa The City Mayors Foundation (www.worldmayor.com) merupakan organisasi nirlaba yang didirikan pada 2003 untuk mempromosikan, mendorong, dan memfasilitasi pemerintahan lokal terbuka dan kuat. Dimulai pada 2004, organisasi ini meluncurkan penghargaan World Mayor Prize). Bersama Jokowi, nominasi lain yang masuk adalah Walikota Tel Aviv, Ron Huldai, Walikota Angeles (Filipina), Edgardo Pamintuan, Park Wan-su dari Korea Selatan. Sementara itu, Ahok (Hakka Ahok) yang memiliki nama asli Basuki Tjahaja Purnama, merupakan anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat periode 2009-2014 dari Partai Golkar. Pada periode 2005-2006, Ahok menjabat sebagai Bupati Belitung Timur dan merupakan etnis Tionghoa pertama yang menjadi Bupati Kabupaten Belitung Timur.
Bersandingnya pasangan Jokowi - Ahok sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta memang banyak mendapat simpati dan empati, serta dukungan dari masyarakat yang telah merindukan hal baru di Jakarta.Banyaknya dukungan ini dibuktikan dengan menangnya pasangan Jokowi - Ahok pada Pilkada Putaran Pertama.
Menjelang gelar Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, ragam isu menyeruak yang sering dikaitkan dengan pasangan Jokowi - Ahok.
Bahkan peristiwa kebakaran Jakarta pun dikaitkan dengan pasangan ini. Lihat saja data lokasi kebakaran dan penapaian suara mayoritas oleh Jokowi -Ahok berikut:

Komposisi Perolehan Suara Jokowi-Ahok dan Foke di Glodok Jakarta Barat
Komposisi Perolehan Suara Jokowi-Ahok dan Foke diKapuk Muara, Jakarta Utara
Komposisi Perolehan Suara Jokowi-Ahok dan Foke di Karet Tengsing, Jakarta
Komposisi Perolehan Suara Jokowi-Ahok dan Foke diPekojan, Jakarta Barat
Komposisi Perolehan Suara Jokowi-Ahok dan Foke di Pinangsia, Jakarta Barat
Komposisi Perolehan Suara Jokowi-Ahok dan Foke di Pondok Bambu, Jakarta Timur
Gambar di atas menunjukkan komposisi perolehan suara pada Pilkada DKI Jakarta 2012 Putaran pertama, di mana perolehan suara Foke lebih rendah dibandingkan dengan suara Jokowi-Ahok. Dan di lokasi-lokasi tersebut kebakaran terjadi di Jakarta.  

August 25, 2012

Kebakaran Jakarta dan Refleksi Lebaran

Kebakaran Jakarta menjadi berita hangat yang mengiringi serunya berita arus balik mudik lebaran dan kecelakaan lalu lintas yang biasa mengiringi berita arus mudik. Dalam berita dari TVOne kemarin siang saja,  berita kebakaran disampaikan pada awal berita, sebelum berita arus balik mudik dari berbagai lokasi disampaikan. Dalam berita tersebut, disebutkan bahwa selama bulan Ramadhan 1433 H di tahun 2012 ini terjadi 30 kasus kebakaran di Jakata dan pada tahun 2012 terjadi 126 kasus kebakaran yang mengakibatkan kerugian sampai Rp. 26,5 Milyar. 

Beberapa titik kebakaran yang cukup menyita perhatian di antaranya adalah kebakaran Tambora Jakarta yang menghanguskan bangunan 4 RT akibat korsleting listrik, kebakaran Pondok Pinang Jakarta yang menghanguskan lebih kurang 13 rumah, dan kebakaran Bangka, Mampang Jakarta Selatan yang juga menghanguskan lebih kurang 13 Rumah (Sumber: Kabarpetang TVOne). Belum lagi kebakaran di kampung pemulung pada tanggal 19 Agustus 2012 di Bandengan Utara, Jakarta.
Porsi berita kebakaran Jakarta ini semakin memanas seiring dengan isu politik dan isu penggusuran yang mengiringinya. Sementara pihak dinas kebakaan masih menyatakan bahwa penyebab utama kebakaran adalah akibat kelalaian warga dalam mengantisipasi bahaya listrik saat rumah ditinggal mudik. Yupps....banyak rumah kosong di Jakarta akibat ditinggal mudik oleh penghuninya yang terbakar dalam peristiwa kebakaran Jakarta. Sementara itu:
  • Warga sendiri banyak yang masih nakal, yaitu menggunakan listrik secara ilegal, 
  • Tidak hati-hati atau tidak tertib dalam hal instalasi listrik (adanya dobel kabel dan steker yang bertumpuk-tumpuk dalam satu colokan).
  • Menyalakan listrik dalam jangka waktu lama (meninggalkan rumah dengan lampu menyala tanpa menitipkan ke tetangga atau orang terdekat dengan rumah untuk mematikan lampu di saat tertentu), sehingga rentan dengan adanya hubungan arus pendek.
Nah lo, .... kalau begitu, sebenarnya kebakaran yang terjadi di Jakata bisa menjadi refleksi bagi warga dan seluruh masyarakat Indonesia untuk selalu berhati-hati dalam segala hal, baik secara fisik, ruhani, dan hati-hati dalam mengais rizki (materi), karena semua yang diberikan kepada kita adalah rizki, anugerah, dan karuniaNYA. Jadi, berusaha untuk memenuhi hak atas setiap karunia dan anugerahNYA adalah lebih baik daripada menuntut dan memaksa pemenuhan hak dengan cara yang tidak haq. Karena, semua yang ada di dunia ini adalah milikNYA dan akan dengan mudah DIA mengambil semuanya jika DIA menghendaki.
Kalau memang listrik telah ada yang mengatur dari dinas PLN, harusnya warga berniat dan berusaha untuk mematuhi aturan PLN dalam hal penggunaan listrik, karena 'bagaimanapun' perspesi masyarakat terhadap PLN, sebenarnya mereka dibentuk oleh negara untuk kesejahteraan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat.

Image source: Jepret berita TVOne

CocoGress