Beli Roti atau Beli Apartemen Bos? Rame Banget

Surabaya, CocoNotes - Padatnya pengunjung event pemilihan unit Westown View yang diselenggarakan di Grand City Ballroom Level 4 dan Diamond...

Rental Surabaya
Showing posts with label Pemadam Kebakaran. Show all posts
Showing posts with label Pemadam Kebakaran. Show all posts

September 2, 2012

Bersinarnya Jokowi dalam Isu Kebakaran Jakarta

Kebakaran di wilayah Jakarta yang menjadi berita panas di berbagai media diikuti dengan isu bersinarnya Jokowi di Jakarta. Ya.... setelah bersinar di Solo, Jokowi mengarahkan sinarnya ke Jakarta untuk menguak derit kemacetan Jakarta, mencerahkan mendung dalam kumuhnya perkampungan di Jakarta, serta membendung banjir yang selalu mewarnai Ibukota Negara Indonesia tersebut, dan menyeruakkan isu Jakarta Baru yang lebih cerah.
Dalam rangka mewujudkan misi tersebut, Jokowi dipersandingkan dengan Basuki Ahok. Jokowi yang memiliki nama asli Joko Widodo merupakan Wali KOta Solo yang masuk dalam daftar nominasi 25 walikota terbaik dunia versi City Mayors Foundation. (Perlu diketahui bahwa The City Mayors Foundation (www.worldmayor.com) merupakan organisasi nirlaba yang didirikan pada 2003 untuk mempromosikan, mendorong, dan memfasilitasi pemerintahan lokal terbuka dan kuat. Dimulai pada 2004, organisasi ini meluncurkan penghargaan World Mayor Prize). Bersama Jokowi, nominasi lain yang masuk adalah Walikota Tel Aviv, Ron Huldai, Walikota Angeles (Filipina), Edgardo Pamintuan, Park Wan-su dari Korea Selatan. Sementara itu, Ahok (Hakka Ahok) yang memiliki nama asli Basuki Tjahaja Purnama, merupakan anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat periode 2009-2014 dari Partai Golkar. Pada periode 2005-2006, Ahok menjabat sebagai Bupati Belitung Timur dan merupakan etnis Tionghoa pertama yang menjadi Bupati Kabupaten Belitung Timur.
Bersandingnya pasangan Jokowi - Ahok sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta memang banyak mendapat simpati dan empati, serta dukungan dari masyarakat yang telah merindukan hal baru di Jakarta.Banyaknya dukungan ini dibuktikan dengan menangnya pasangan Jokowi - Ahok pada Pilkada Putaran Pertama.
Menjelang gelar Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, ragam isu menyeruak yang sering dikaitkan dengan pasangan Jokowi - Ahok.
Bahkan peristiwa kebakaran Jakarta pun dikaitkan dengan pasangan ini. Lihat saja data lokasi kebakaran dan penapaian suara mayoritas oleh Jokowi -Ahok berikut:

Komposisi Perolehan Suara Jokowi-Ahok dan Foke di Glodok Jakarta Barat
Komposisi Perolehan Suara Jokowi-Ahok dan Foke diKapuk Muara, Jakarta Utara
Komposisi Perolehan Suara Jokowi-Ahok dan Foke di Karet Tengsing, Jakarta
Komposisi Perolehan Suara Jokowi-Ahok dan Foke diPekojan, Jakarta Barat
Komposisi Perolehan Suara Jokowi-Ahok dan Foke di Pinangsia, Jakarta Barat
Komposisi Perolehan Suara Jokowi-Ahok dan Foke di Pondok Bambu, Jakarta Timur
Gambar di atas menunjukkan komposisi perolehan suara pada Pilkada DKI Jakarta 2012 Putaran pertama, di mana perolehan suara Foke lebih rendah dibandingkan dengan suara Jokowi-Ahok. Dan di lokasi-lokasi tersebut kebakaran terjadi di Jakarta.  

August 25, 2012

Kebakaran Jakarta dan Refleksi Lebaran

Kebakaran Jakarta menjadi berita hangat yang mengiringi serunya berita arus balik mudik lebaran dan kecelakaan lalu lintas yang biasa mengiringi berita arus mudik. Dalam berita dari TVOne kemarin siang saja,  berita kebakaran disampaikan pada awal berita, sebelum berita arus balik mudik dari berbagai lokasi disampaikan. Dalam berita tersebut, disebutkan bahwa selama bulan Ramadhan 1433 H di tahun 2012 ini terjadi 30 kasus kebakaran di Jakata dan pada tahun 2012 terjadi 126 kasus kebakaran yang mengakibatkan kerugian sampai Rp. 26,5 Milyar. 

Beberapa titik kebakaran yang cukup menyita perhatian di antaranya adalah kebakaran Tambora Jakarta yang menghanguskan bangunan 4 RT akibat korsleting listrik, kebakaran Pondok Pinang Jakarta yang menghanguskan lebih kurang 13 rumah, dan kebakaran Bangka, Mampang Jakarta Selatan yang juga menghanguskan lebih kurang 13 Rumah (Sumber: Kabarpetang TVOne). Belum lagi kebakaran di kampung pemulung pada tanggal 19 Agustus 2012 di Bandengan Utara, Jakarta.
Porsi berita kebakaran Jakarta ini semakin memanas seiring dengan isu politik dan isu penggusuran yang mengiringinya. Sementara pihak dinas kebakaan masih menyatakan bahwa penyebab utama kebakaran adalah akibat kelalaian warga dalam mengantisipasi bahaya listrik saat rumah ditinggal mudik. Yupps....banyak rumah kosong di Jakarta akibat ditinggal mudik oleh penghuninya yang terbakar dalam peristiwa kebakaran Jakarta. Sementara itu:
  • Warga sendiri banyak yang masih nakal, yaitu menggunakan listrik secara ilegal, 
  • Tidak hati-hati atau tidak tertib dalam hal instalasi listrik (adanya dobel kabel dan steker yang bertumpuk-tumpuk dalam satu colokan).
  • Menyalakan listrik dalam jangka waktu lama (meninggalkan rumah dengan lampu menyala tanpa menitipkan ke tetangga atau orang terdekat dengan rumah untuk mematikan lampu di saat tertentu), sehingga rentan dengan adanya hubungan arus pendek.
Nah lo, .... kalau begitu, sebenarnya kebakaran yang terjadi di Jakata bisa menjadi refleksi bagi warga dan seluruh masyarakat Indonesia untuk selalu berhati-hati dalam segala hal, baik secara fisik, ruhani, dan hati-hati dalam mengais rizki (materi), karena semua yang diberikan kepada kita adalah rizki, anugerah, dan karuniaNYA. Jadi, berusaha untuk memenuhi hak atas setiap karunia dan anugerahNYA adalah lebih baik daripada menuntut dan memaksa pemenuhan hak dengan cara yang tidak haq. Karena, semua yang ada di dunia ini adalah milikNYA dan akan dengan mudah DIA mengambil semuanya jika DIA menghendaki.
Kalau memang listrik telah ada yang mengatur dari dinas PLN, harusnya warga berniat dan berusaha untuk mematuhi aturan PLN dalam hal penggunaan listrik, karena 'bagaimanapun' perspesi masyarakat terhadap PLN, sebenarnya mereka dibentuk oleh negara untuk kesejahteraan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat.

Image source: Jepret berita TVOne

CocoGress