August 6, 2012

Ramadhan Views: Indikasi Genosida Muslim Rohingya di Tengah Kemuliaan Ramadhan


Muslim Rohingya
Ramadhan adalah bulan yang mulia.Bulan Ramadhan merupakan bulan di mana ummat Muslim berlomba-lomba untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas amal sholih. Namun, pada bulan yang agung ini pula melintas berita yang semakin menghentak dada dari negara tetangga, Myanmar, mengenai konflik yang dihadapi oleh Muslim Rohingya. Muslim Rohingya merupakan umat Islam yang tinggal di negara Myanmar yang mendapat perlakuan tidak adil dari negara setempat, sehingga mereka harus mengalami perlakuan yang dholim dari penguasa. Kekerasan sektarian antara warga Buddha dan Muslim Rohingya di Myanmar sebenarnya telah terjadi dalam jangka waktu lama. Bahkan berdasarkan liputan di salah satu stasiun televisi memperlihatkan Muslim Rohingya yang mengungsi ke wilayah Sumatera, Indonesia sejak dua puluhan tahun silam. Dan mereka telah mampu menggunakan bahasa Indonesia.
Ya, konflik Muslim Rohingya dan sektarian Buddha di Myanmar memang telah berlangsung lama. Bahkan VOA Islam (5 Agustus 2012) menjelaskan adanya indikasi genosida dalam konflik tersebut. Menurut Statuta Roma dan Undang-Undang no. 26 tahun 2000 tentang Pengadilan HAM, genosida ialah Perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa, ras, kelompok etnis, kelompok agama dengan cara membunuh anggota kelompok; mengakibatkan penderitaan fisik atau mental yang berat terhadap anggota kelompok; menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang menciptakan kemusnahan secara fisik sebagian atau seluruhnya; melakukan tindakan mencegah kelahiran dalam kelompok; memindahkan secara paksa anak-anak dalam kelompok ke kelompok lain.
Hal ini ditunjukkan dari kutipan berita VOA Islam sebagai berikut:
Kamaruddin (salah seorang perwakilan Arakan Rohingya Union - ARO) menjelaskan, Rohingya adalah bangsa minoritas yang paling teraniaya di dunia. Tidak ada negara yang mengakui padahal mereka telah mendiami daerah ini ratusan tahun.
"Junta mengusir kami, memperkosa perempuan-perempuan, merampas harta, dikejar bagai binatang, Bangladesh memusuhi kami, kami dari etnis mayoritas di provinsi Arkhine yang terdiri 17 kabupaten. Sekarang kami menjadi minoritas di negeri kami, tiada makanan untuk kami makan, walau untuk berbuka puasa, tiap hari dalam dua bulan ini korban meninggal kelaparan, dibunuh, disiksa dan lain-lain. Kain kafan pun tidak ada sehingga kami kebumikan dengan apa adanya," kata Kamaruddin, Jumat (3/8/2012).
Apalagi upaya pengusiran secara terang-terangan terhadap Muslim Rohingya didalangi oleh pemerintah Myanmar sendiri.
Presiden Myanmar, Thein Sein mengatakan bahwa satu-satunya solusi untuk mengatasi konflik Muslim dan Buddha di Myanmar adalah dengan mengusir Muslim Rohingya ke luar Myanmar. Ia meminta Muslim Rohingya dikirim ke kamp pengungsi yang dikelola United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).
"Kami akan mengusir mereka jika ada negara ketiga yang mau menerima mereka. Ini adalah solusi terbaik untuk masalah ini," ujar Presiden Myanmar, Thein Sein Kamis (12/7/2012).
Keketasan yang menimpa muslim Rohingya dirasakan oleh seluruh umat Islam sedunia, karena semua ummat Islam adalah saudara, dan diibaratkan satu tubuh, ketika ada saudara di belahan dunia lain yang menderita, maka seluruh ummat Islam akan bisa merasakan penderitaan itu.

Source Image: Jepret TV One

0 komentar:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. CocoNotes - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz Templates