February 17, 2015

Benarkah Itu Berita Pesanan ....

Surabaya, CocoNotes - Kemarin berbincang dengan sang adik. Kebetulan ayah tengah membolak-balik koran. 
"Aku sudah tidak lagi pernah beli koran," celetuknya. 
"Pantesan, kalau aku ke sana ga nemu koran," jawab ayah. 
"Soalnya aku gampang terpengaruh kalau baca berita. Iya kalau beritanya benar. La kalau beritanya ndak bener? Wong sekarang wartawan itu memberitakan berita sesuai pesanan," jawab si adik. 

Dalam hatiku, aku juga berkata, "Makanya aku juga ogah kalau melihat tayangan berita di TV. Makanya aku lebih suka nonton acara talk show komedi yang lucu-lucu saja." 

Si adik masih melanjutkan pembicaraannya. Bagaimana wartawan yang juga kebingungan kalau tengah meliput berita. Bagaimana pula suara hati wartawan yang ingin menyuarakan fakta di lapangan, tetapi sudah terikat pesanan. Bagaimana si kameramen yang harus sibuk mengalihkan mata kamera agar tidak mengenai FPI, PKS, dan pihak-pihak yang dipesan agar tidak diliput saat tengah meliput peristiwa-peristiwa kemanusiaan. 
"Kadang aku bingung Mas. La di mana-mana ada orang beratribut FPI dan PKS, padahal sudah dipesankan kalau kamera kita hanya boleh meliput sang tokoh pesanan. Sementara kelebatan orang-orang beratribut FPI dan PKS berkeliaran." 
Itu sih cerita dari adik saya, yang lebih suka menelpon temannya yang jurnalis, daripada membaca atau melihat berita yang sudah dipublikasikan. Karena ternyata berita yang dipublikasikan sudah bukan berita yang sesuai dengan fakta di lapangan, tetapi berita sesuai pesanan. 

Beh, makin minat saja ini belajar tentang agenda setting, framing, dan pastinya konstruksi realitas media.

0 komentar:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. CocoNotes - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz Templates