October 15, 2014

Menjadi Guru itu Bukan Pilihan, Tetapi Takdir yang Indah

Penampilan pak Bagoes 
Surabaya, CocoNotes - Guru adalah profesi dan pribadi. Guru bukan sekedar pekerjaan, tetapi profesi yang di dalamnya terkandung profesionalisme dan pengabdian. Guru adalah juga profesi mulia yang mengantarkan pelakunya menuju syurga.

Betapa tidak, melalui profesi yang dijalaninya, guru mewariskan ilmu yang akan terus turun temurun memberikan kemanfaatan bagi ummat. Pahala yang didapat pun berlipat dan mengalir terus menerus. Seperti sungai yang mengalirkan air dari mata air tanpa pernah berhenti. Sepanjang ada jalur sungai yang terlewati.

Di saat, satu kali arus aliran air telah sampai di muara, maka air dari mata air yang mengikuti arus air akan terus mengisi aliran itu. Dan, dari aliran itu kehidupan pun bergulir. Rerumputan menghijau riang, dan bunga-bunga di tepian maupun di tengah sungai merekah indah aneka warna.

Dalam sebuah seminar yang diselenggarakan oleh PT Karunia Mandiri Consultant pada tanggal 11 Oktober 2014 menunjukkan bagaimana antusiasme para pendidik untuk mengikuti seminar tersebut. Yang artinya, para guru tersebut memiliki upaya untuk memperkaya diri dengan selalu belajar, meskipun posisi mereka sebenarnya adalah pengajar.

Menyikapi beberapa sikap guru yang menyatakan stres dalam menghadapi perilaku siswa yang kurang menyenangkan dan kurang mengenakkan, dalam seminar yang didukung penuh oleh Rental Surabaya dan Servis Surabaya tersebut, salah satu narasumber, Bagoes Sanyoto, menyatakan bahwa "Menjadi Guru Memang bukan Pilihan, Tetapi Takdir yang Indah". Sebuah motivasi betapa indahnya menjadi guru. Profesi yang sejak dulu dipuji puja sebagai profesi mulia. Profesi yang memerlukan keikhlasan demi profesionalitasnya sang profesi.

Akhirnya, tetap ada masukan bagi para guru dan manajemen sekolah dari peserta Seminar yang diselenggarakan di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur tersebut, bahwa kepribadian guru dan manajemen sekolah harus saling berkorelasi, agar penyampaian materi ajar dapat dilangsungkan dengan sebaik-baiknya, sekreatif-kreatifnya, dan semenarik mungkin. Dengan demikian, suasana pembelajaran menjadi suasana yang menyenangkan.


Para Guru yang Enjoy Mengikuti Seminar yang Menyenangkan

Selain, Bagoes Sanyoto, seminar tersebut  juga menghadirkan narasumber Eddy Roesdiono, Solihin Agyl, dan ada juga Sarah Ballard, seorang relawan Peace Corporation dari Amerika Serikat yang mengajar di Madrasah Tsanawiyah Negeri di Wonorejo, Pasuruan.

Penampilan Pak Eddy dalam Interactive Games bersama Peserta
Pak Bagoes, Pak Eddy, dan Miss Sarah Ballard bersama Direktur PT Karunia Mandiri Consultant dan Peserta Seminar
(Pic. Taken by Admin, 11 Okt 20.14 @Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur)

4 komentar:

Edi Padmono said...

Saya senang ada seminar seminar motivasi untuk.para guru, mengingat saat ini tidak sedikit para guru yang orientasinya bukan dalam konsep pencerdasan anak bangsa yang penuh pengabdian dan tanggung jawab namun cenderung kepada tuntutan materi. Bahkan ada beberapa yang menjadi guru adalah profesi batu loncatan untuk menunggu pekerjaan lain istilahnya menunggu masa menganggur setelah lulus kuliah terutama lulusan non kependidikan. Tidak jarang para guru berperilaku kurang baik terhadap murid muridnya dikarenakan terbawa oleh emosi. Berbeda sekali dengan para guru yang benar benar menginginkan guru menjadi tanggungjawab profesinya sedari awal, meteka rela mengajar dipelosok negeri dengan upah yang minim dan fasilitas terbatas.

elis shofiyatin said...

Alhamdulillah Mas Edi, terlebih seminarnya Gratis lagi. Antusiasme guru sangat tinggi. Beliau2 rela berada di ruangan dari pagi sampai sore ....

Pengobatan Herbal Glaukoma Secara Efektif said...

Terimakasih untuk infonya ini...

elis shofiyatin said...

Sama-sama gan. Kalau agan mau ngadain seminar di Surabaya ttg Glaukoma pasti akan sangat menarik ....

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. CocoNotes - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz Templates