October 21, 2014

Colekan Sang Mantan Presiden

Surabaya, CocoNotes - Pada saat upacara pisah sambut Mantan Presiden Republik Indonesia ke enam Susilo Bambang Yudhoyono, terlihat jiwa pembimbing dan pengasuh dalam diri sang Mantan. Setelah sebelumnya sempat mengajak Jokowi jalan-jalan keliling istana untuk memperkenalkan Jokowi pada anggota istana berikut lingkungan Istana Negara, Mantan Presiden RI tersebut menyambut kedatangan Jokowi untuk selanjutnya meninggalkan Istana Merdeka. Romantisme senior dan junior sangat terlihat dalam pendampingan SBY terhadap Jokowi selama upacara pisah sambut di Istana Merdeka tersebut. 

Colekan punggung yang dilakukan SBY sebanyak dua kali kepada Jokowi menjadi pertunjukan yang sedikit menggelikan dalam upacara yang super resmi tersebut. Colekan SBY tersebut adalah wujud kepedulian senior ketika mengetahui ada kesalahan yang diperbuat oleh sang junior. Jarang-jarang juga seorang mantan yang mau mengingatkan dengan sedemikian rupa kepada penggantinya. Tetapi SBY dengan penuh pengertian, mencolek punggung Jokowi yang berjalan 'ndludur' saat inspeksi pasukan. 

Ya, seharusnya Jokowi memberi sambutan hormat pada barisan pasukan, tetapi Jokowi yang berjalan 'ndludur' di depan SBY tidak memberikan hormat kepada pasukan. Saat melihat adegan dalam siaran langsung di televisi tersebut, pastinya pemirsa akan menyadari kepedulian SBY kepada sang junior. Sementara ketika melihat Jokowi yang berjalan 'ndludur' saja bisa jadi pemirsa akan memberi arti yang berbeda-beda. Maklum, baru pertama kali menjadi presiden. Maklum, bukan orang militer. Dan ragam makna atas penanda dan petanda yang terlihat dari peristiwa tersebut. 

 Silakan juga dianalisa dengan menggunakan Semiotikanya Roland Barthes .....

0 komentar:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. CocoNotes - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz Templates