August 10, 2012

Minat Baca Masyarakat Indonesia Rendah, Mengapa?

Berdasarkan hasil survei UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) menunjukkan bahwa minat baca masyarakat yang paling rendah di ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) adalah negara Indonesia (“Minat Baca Masyarakat Indonesia Paling Rendah di ASEAN”, Warta Online, 26 Januari 2011). Rendahnya minat baca ini dibuktikan dengan indeks membaca masyarakat Indonesia yang baru sekitar 0,001, artinya dari seribu penduduk, hanya ada satu orang yang masih memiliki minat baca tinggi. Angka ini masih sangat jauh dibandingkan dengan angka minat baca di Singapura yang memiliki indeks membaca sampai 0,45 (“Galakkan Baca Buku untuk Kemajuan Bangsa”, Media Indonesia, 17 Mei 2010).
Lebih lanjut, Media Indonesia menyebutkan bahwa menurunnya minat baca masyarakat Indonesia tidak terlepas dari kurangnya kesadaran publik akan arti penting membaca bagi peningkatan kemampuan dan kesejahteraan diri maupun bangsa. Selain itu, maraknya media elektronik (televisi dan internet) yang kebanyakan berisi tayangan hiburan, pornografi, iklan komersial, dan hal-hal hedonistis lainnya menjauhkan masyarakat dari budaya membaca. Faktor lain yang menyebabkan rendahnya minat baca masyarakat Indonesia adalah kondisi ekonomi masyarakat Indonesia. Kondisi ekonomi menyebabkan akses masyarakat terhadap buku-buku bermutu semakin sulit, karena untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok sehari-hari sudah kesulitan, apalagi membeli koran, buku, atau bacaan lainnya. Komitmen pemerintah menyediakan buku dan bahan bacaan yang berkualitas dan murah, perpustakaan umum, juga masih rendah.
Rendahnya minat baca ini akan mempengaruhi kualitas bangsa Indonesia, karena masyarakat Indonesia tidak bisa mengetahui dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi di dunia, di mana pada ahirnya akan berdampak pada ketertinggalan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, agar bangsa Indonesia dapat mengejar kemajuan yang telah dicapai oleh negara-negara tetangga, perlu menumbuhkan minat baca sejak dini sebagai salah satu upaya penanaman rasa senang membaca pada diri individu. 

Mengenalkan anak pada buku dan membacakan merupakan salah satu bentuk upaya penumbuhan minat baca pada anak sejak dini
Penumbuhan minat baca sejak dini ini dilakukan sejak masyarakat Indonesia mulai dapat membaca. Penumbuhan minat baca sejak dini, diharapkan bisa meningkatkan budaya membaca masyarakat Indonesia.
Anak bisa dikenalkan membaca buku, baik yang cetak maupun elektronik

8 komentar:

widi-anto said...

Tp Indonesia pengguna facebook terbesar kedua di dunia... Membaca bukan hanya dari buku sy kira,membaca sbuah blog maupun halaman online jg merupakan kegiatan membaca.

d'enlightment said...

Yups emang lo mendapatkan informasi dari blog en sosial media merupakan potensi yang besar di Indonesia... lo baca buku hard printed sih yah emang kurang.. soalnya mahal ehh.. lihat tuh yang datang ke toko buku lo gak pengusaha, istrinya, anaknya en anak sekolah yang wajib cari buku hehe

coco nut said...

@ Widi-anto and d'enlightment:
Iya benar, membaca bukan hanya melalui hard-printed sj, tapi juga via elektronik. Malah sekarang kan banyak e book dan e readernya. Di bagian paling akhir tulisan ada juga kan: 'Anak bisa dikenalkan membaca buku, baik yang cetak maupun elektronik' :)

dan sekali lagi benar, bahwa informasi bisa diperoleh via internet. Dan benar lagi, bahwa pengguna internet di Indonesia memang besar. Malahan dari data Internet World Stats disebutkan Indonesia masuk dalam The Big Five of Internet Users in Asian 2011. Tapi....
fakta yang juga tidak bisa dipungkiri adalah bahwa "87 Persen Pengguna Internet di Indonesia Hanya Untuk Chatting”, (Pos Kota, Tuesday, October 11, 2011). Jadi, tetap saja masih perlu adanya upaya untuk meningkatkan minat baca yang sebenar-benarnya 'membaca' hehhehh...

Mizar Younghusband said...

Tidak bisa dipungkiri, kemiskinan adalah penjegal kemajuan bangsa kita. Mari menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah :)

kayahatiku.com

momoffive said...

betul, temukan penyebabnya, cari solusinya. dan untuk generasi muda, harus korektif aktif konstruktif inovatif ....

syifa said...

jangan bangga dulu, apakah semua pengguna internet dan facebook itu membaca???

selimut said...

faktornya banyak ya, mgkn juga kurangnya edukasi tentang pentingnya membaca dan juga kondisi ekonomi sehingga masyarakat belum semuanya bisa mengakses buku2 yg bermutu..

Vivien said...

Perayaan hari buku nasional gak bisa dilepaskan dari minat baca. Banyak cara dilakukan untuk meningkatkan minat baca, seperti yang dilakukan oleh best western kemayoran yang membagi-bagikan buku gratis.

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. CocoNotes - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz Templates