August 11, 2012

Ambilkan Bulan Bu: Mengingatkan Betapa Langkanya Lagu Anak

Sumber Gambar: Wallcoo.com
Ambilkan bulan Bu,
Ambilkan bulan Bu
yang slalu bersinar di langit
Di langit bulan benderang
Cahyanya sampai ke bintang

Ambilkan bulan Bu
untuk menerangi,
tidurku yang lelap
Dimalam gelap

Si kecil minta dinyanyikan lagu ambilkan bulan yang dulu dinyanyikan oleh penyanyi cilik Tasya (sekarang Tasya sudah menjadi bintang remaja). Setelah berulang-ulang menyanyikan lagu ambilkan bulan, si kecil minta ganti menyanyi lagu Bulan yang lain. Di ingat-ingat lagi ada lagunya Bulan oh Bulan yang dulu dinyanyikan oleh Belinda.
Sambil agak terbata-bata, karena tidak hafal, akhirnya kami bernyanyi lagu Bulan oh Bulan, sambil jari-jari tangan mulai searching google untuk mencari lanjutan syair lagu yang dulu sering disenandungkan Belinda tersebut. Waduh, jadi sadar kalau lagu anak memang langka saat ini. Bahkan di tayangan televisi pun tidak lagi banyak lagu anak-anak yang diperdengarlihatkan.
Ya, terasa sekali memang. Jika pada masa kecil dahulu, televisi masih baru satu buah, hanya TVRI, tapi kebutuhan anak masih bisa dipenuhi dengan tayangan anak-anak yang masih sangat natural dan tidak hedonis. Tayangan Si Unyil adalah tayangan yang saya ingat, yang biasanya ditonton pada hari minggu siang. Yupps.... Minggu Siang, acaranya memang untuk anak-anak, dengan menampilkan bintang anak-anak seperti Chica Koeswoyo (dengan lagunya Helly Guk Guk), dan lain-lainnya (#sudah lupa).
Tasya (source: google gambar)
Joshua (source: Google Gambar)
Setelah periode itu, masih banyak muncul penyanyi kecil seperti Tasya, Joshua Suherman, Giovanni, Chikita Meidy, Puput Melati, Dea Ananda, Trio Kwek-kwek, Agnes Monica, dan lain-lain #yang saya tidak ingat lagi :). Kini mereka sudah remaja dan dewasa. Sayangnya, setelah era tersebut, sepertinya tidak ada lagi penyanyi cilik yang bisa mengakomodasi kebutuhan anak-anak terhadap musik yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Memang sih, banyak artis cilik yang muncul di Televisi, tapi kehadiran mereka tidak lagi natural, karena mereka dihadirkan dalam sinetron atau acara yang mendukung acara orang dewasa. Sehingga dunia kanak-kanaknya tidak menonjol atau tidak 'berasa'. Bahkan film kartun yang sejatinya ditujukan untuk anak-anak pun, cerita dan karakter tokohnya sutdah tidak lagi mencerminkan dunia kanak-kanak.
Hingga akhirnya, saat ini, anak kecil pun ikut menyenandungkan lagu-lagu remaja yang notabene banyak kisah mimpi-mimpi remajanya, ketimbang ke'akar'annya pada bumi.
Hingga akhirnya, orangtua, terutama ibu, makin dituntut untuk lebih kreatif, agar anak-anak tetap bisa menjalankan tugas perkembangan masa kanak-kanaknya dengan baik. Dan, lagu Pelangi-pelangi, Bintang Kecil, Balonku, Cicak-cicak di Dinding, serta lagu kanak-kanak lain harus diupayakan dipopulerkan sendiri dari rumah.
Terlebih, di lingkungan sekolah pun, anak-anak tidak lagi banyak dikenalkan dengan lagu-lagu anak. Tuntutan pencapaian perangkat akademis lebih banyak ditonjolkan dibandingkan dengan perangkat perilaku, karakter, dan kepribadian anak. Kini, anak TK pun sudah harus bergulat dengan hal-hal yang berbau calistung (membaca, menulis, berhitung), ketimbang dengan keceriaan masa kanak-kanaknya.

0 komentar:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. CocoNotes - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz Templates