December 1, 2012

Saat Sakit Datang Tanpa Permisi

Bercengkerama di Depan Rumah
Banyak anak, banyak rezeki. Itu adalah ungkapan orang Jawa dan saya mengalaminya. Dengan lima orang anak yang lahir dengan jarak berdekatan, bisa dibayangkan kebahagiaan yang saya rasakan bersama suami. Saat melihat mereka tertawa bersama, bercanda dan bermain bersama, memandangi mereka di saat mereka terlelap dalam buaian mimpi malam yang tenang, melihat mereka berangkat sekolah, saat berpamitan dan cium tangan kami. O, indah dan damainya di hati kami. Geli juga kami saat melihat mereka merajuk, gemas jika melihat mereka bertengkar, dan ragam rasa di hati setiap kali bersama mereka, atau di saat menunggu mereka pulang sekolah. 
Menjadi orangtua bagi lima anak yang selalu menghiasai hari-hari dan hati kami tentu tidak hanya beriring rasa senang. Karena kami pun harus khawatir ketika si sulung terlambat pulang sekolah, atau jika ada salah satu di antaranyya terserang sakit. Karena kebersamaan kami tidak hanya menularkan kebahagiaan, tetapi jika ada yang terkena penyakit maka yang lain pun akan tertular. Seperti baru-baru ini, di saat di nomor dua terkena Flu, maka si nomor tiga pun turut terkena Flu. Suara bersin bersahutan, dan hentakan inguspun bersambungan. Untuk jenis penyakit Flu ini saya ada jurus untuk meredamnya, yaitu dengan beristirahat cukup, konsumsi buah yang banyak mengandung vitamin C, dan minum air putih secukupnya. 
Tentu saja penyakit yang menyerang kami bukan hanya penyakit Flu, karena empat putri kami juga sempat kompak terserang penyakit typus secara bersamaan. Dengan empat orang anak yang terserang penyakit yang sama, kami memutuskan untuk merawatnya di rumah saja (tentu saja tetap dengan bantuan dokter). Kami membuat sekat di ruang keluarga untuk merawat keempat putri kami. Alhamdulillah, putri kami yang kedua, ketiga, dan si bungsu sembuh. Namun ternyata putri kami yang nomor empat tidak kunjung sembuh hingga sekitar satu bulanan. Melihat kondisinya yang susah makan dan selalu menggigau di tengah malam, maka kami pun memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit, tepatnya di RSU Haji Surabaya. Melihat kondisi putri kami, pastinya dokter langsung menegur kami, karena dianggap terlambat membawa putri kami ke rumah sakit. 
Saat Sakit Datang Tanpa Permisi (di Ruang Nuur Afiyah RSU Haji Surabaya)
Pada saat itu juga diputuskan untuk rawat inap. Kami langsung memesan kamar agar putri kami bisa segera ditangani secara intensif. Pada hari pertama di rumah sakit, putri kami masih belum merasakan ketidaknyamanan di rumah sakit. Pemasangan infus dan sebagainya berjalan lancar. Tetapi pada hari kedua, karena beberapa kali diambil darah untuk diperiksa tingkat haemoglobine (hb) nya dan kadar typhoidnya, lama-lama dia merasakan ketidaknyamanan itu, dan selalu berteriak-teriak minta pulang dan membentak-bentak dokter serta perawat yang memeriksanya. Setelah kami merayu dia dengan membelikan mainan, boneka, dan juga kehadiran si sulung yang selalu mengajaknya bercanda, lama-lama dia mulai merasa tenang. 
Boneka dan Mainan sebagai Penghibur
Pada saat dia telah tenang dan bisa diajak bercanda, maka saya pun mulai mengeluarkan laptop saya untuk menyusun konsep-konsep pekerjaan yang harus segera saya email ke anak-anak yang membantu suami saya dalam mengelola bisnis kecilnya. Ya, suami saya memang mengelola bisnis kecil di mana saya masih diminta untuk mengecek laporan terkait aktivitas operasional, layanan pelanggan, dan laporan keuangan, memberi feedback, serta menyusunkan konsep-konsep pekerjaan yang harus dikerjakan oleh anak-anak. Jika terlambat menyusunkan konsep, maka bisa dimungkinkan akan terjadi penundaan penyelesaian pekerjaan atau terjadinya ketidaksesuaian antara pekerjaan dengan yang diharapkan oleh pelanggan. Oleh karena itu, sambil menunggui putri kecilku pun, saya tetap melakukan tugas saya tersebut. Masalahnya, saat saya harus mengemailkan konsep dan feedback tersebut saya mengalami kendala serius, karena koneksi internet yang lemot sekali. Yupps, modem yang saya bawa dari rumah tidak mampu menyambungkan saya dengan email saya. Jikalaupun bisa, pada saat upload atau download harus terputus di tengah-tengah. Kedipan hijau dan biru tiba-tiba akan menjadi merah. Oh.... 
Di tengah-tengah kegusaran saya, muncul salah satu karyawan suami yang menjenguk kami. Saya pun bilang kepadanya mengenai permasalahan email mengemail saya. Dia memberi tahu saya bahwa di Rumah Sakit ini ada Indosat SuperWiFi. Nah, dia pun membantu saya untuk mengoneksikan laptop saya dengan WiFi yang ada di rumah sakit ini, dan lancarlah pengiriman konsep-konsep saya kepada anak-anak. Dan, meskipun selama enam hari putri kami dirawat di rumah sakit, saya tetap bisa membantu menyusunkan konsep pekerjaan untuk anak-anak. Dan.... saya juga tetap bisa ngeblog.  

Alhamdulillah, Sudah Sembuh (di Poli Pav. Nuur Afiyah untuk Kontrol Setelah Rawat Inap)

2 komentar:

MT said...

menarik

CocoNotes said...

:) terimakasih

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. CocoNotes - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz Templates