Beli Roti atau Beli Apartemen Bos? Rame Banget

Surabaya, CocoNotes - Padatnya pengunjung event pemilihan unit Westown View yang diselenggarakan di Grand City Ballroom Level 4 dan Diamond...

Rental Surabaya
Showing posts with label SMS. Show all posts
Showing posts with label SMS. Show all posts

August 21, 2014

Apakah Anda Pengidap Nomophobia?

pic. doc. pri, 2013, Surabaya
Surabaya, CocoNotes - Mendengar kata nomophobia, pasti bayangan kita mengarah pada sesuatu yang bersifat negatif dan berbahaya. Nomophobia, seperti juga bentuk-bentuk phobia lainnya merupakan nama perilaku yang ditunjukkan oleh karena ketakutan atau kecemasan seseorang terhadap sesuatu. Seperti namanya, No Mobile Phone Phobia adalah ketakutan seseorang jika jauh dari handphone, smartphone, dan jenis-jenis gadget.

Nomophobia ini ditunjukkan ketika perilaku seseorang tidak dapat jauh dari handphone. Bahkan saat tidur sekalipun, dia harus dekat dengan handphonenya, sehingga handphonenya selalu ada di dekatnya. Apapun suara dari handphone akan segera diresponnya. Selain itu, juga ditunjukkan dari rasa cemas saat baterai handphone mulai menipis.

Seperti juga jenis phobia lainnya, nomophobia juga memiliki level tertentu, mulai level ringan sampai berat. Securenvoy.com melakukan kajian terhadap perilaku pengguna mobile phone dan menyimpulkan bahwa mobile phone dewasa ini adalah alat bantu komunikasi yang praktis, cepat, dan mudah. Hampir semua aktivitas komunikasi dapat dilakukan dengan handphone, mulai call (panggilan), SMS (short message system), MMS, ragam Instan Messaging, sampai browsing internet, mengambil gambar, semua dapat dilakukan dengan mobile phone. Terlebih dengan semakin canggihnya mobile phone semacam ragam smartphone (blackberry, android, dll).

Kepraktisan mobile phone itulah yang kemudian menyebabkan pengguna menjadi tergantung, dan cemas ketika jauh dari handphone. Semakin tinggi tingkat ketergantungannya, semakin tinggi tingkat phobianya.

Berbahayakah?

Secara umum bahaya nomophobia terhadap kesehatan  dapat terjadi ketika pengguna terkena radiasi handphone. Sementara bahaya nomophobia lainnya adalah terganggunya relasi sosial pengguna, karena keasyikan pengguna dalam menikmati kebersamaannya dengan si handphone.

So, seberapa beratkah tingkat nomophobia Anda?

April 30, 2014

Computer Mediated Communication, Bahkan Satu Meja Sekalipun

Surabaya, CocoNotes - Penggunaan saluran komunikasi bermedia komputer telah mampu memperpendek jarak komunikasi yang dipisahkan oleh tempat. Para TKI yang berada di luar negeri sekalipun dapat dengan mudah berkomunikasi dengan keluarganya di Indonesia hanya dengan bantuan gadget. Terlebih, dewasa ini, layanan gadget semacam smartphone, berbagai jenis mulai iphone, ipad, android, blackberry, dan lain-lain telah terpenuhi dengan mudah dan murah.

Dengan demikian, layanan instan messenger semacam  BBM (Blackberry Messenger), we chat, WA (Whatsapp), Kakao Talk, facebook, twitter, pinterest, instagram, ubersocial, dan sebagainya telah mampu mengalahkan, email, SMS dan MMS, dan dapat menghubungkan komunikasi tanpa kenal jarak dan waktu. Sepanjang ada jaringan internet dan paket layanan operator yang memadai, semua dapat dilakukan dengan lebih mudah, cepat, dan murah.

Pastinya, bukan hanya TKI yang menggunakan fasilitas yang dapat dipenuhi oleh gadget tersebut, akan tetapi siapa pun, dapat melakukan komunikasi bermedia jaringan.
Yang kemudian menjadi lucu adalah, ketika dalam satu bangku pun, komunikasi dilakukan dengan saling memencet keypad gadget. Sehingga tidak ada canda tawa renyah yang menyertai sebuah pertemuan, karena masing-masing sibuk dengan keypad gadgetnya. Dan justru semuanya tersenyum-senyum sendiri sambil memandang monitor gadgetnya.

Hal ini seperti yang diungkapkan oleh IDC, mahasiswa komunikasi PTS di Surabaya yang merasa aneh saat terlibat pertemuan dengan kawan lamanya. Kawan-kawan yang telah terpisah selama lima tahun, dipertemukan melalui media sosial yang diakses melalui gadget, dan memutuskan untuk bertemu. Namun, ketika pertemuan terjadi, komunikasi interpersonal face to face hanya dilengkapi dengan say hello, dan dilanjutkan dengan aktivitas pencet-pencet gadget.

Hal seperti ini tentunya berpengaruh terhadap kepekaan kebersamaan, keeratan, dan keakraban. Selanjutnya, mempengaruhi sensitivitas dan empati individu terhadap individu lainnya ....

December 9, 2013

I Don't Like Monday ....

Surabaya, CocoNotes - Bagi karyawan, Senin merupakan hari pertama masuk kerja setelah libur di Hari Sabtu dan Minggu. Kebanyakan karyawan akan merasa ogah-ogahan ketika harus masuk kerja setelah menikmati liburan tersebut. Bisa jadi itulah makanya muncul istilah I Don't Like Monday. Lihat saja tiga SMS (Short Message System) berikut yang diterima oleh salah seorang pelaku bisnis menengah kecil di pagi hari Senin berikut ini.

Ijin Karena Sakit (doc. Pribadi)
Ijin Terlambat, Karena masih dalam Perjalanan (doc. Pribadi)
Ijin Karena Sakit (doc. Pribadi)
Dengan tanpa mengabaikan bahwa sakit dan terlambat adalah fakktor yang tidak bisa dihindari, akan tetapi Senin Pagi memang paling sering ditemukan kalimat-kalimat ijin dibandingkan di hari lain. Dan ...telusur punya telusur, ternyata I don't Like Monday adalah judul sebuah lagu yang diciptakan oleh Bob Geldof pada tahun 1979 dan dinyanyikan oleh kelompok musik the Boomtown Rats. Asal muasal diciptakannya lagu tersebut adalah adanya tragei yang terjadi di California pada Tanggal 29 Januari 1979 yang telah menewaskan dua orang dewasa, melukai delapan orang anak, dan seorang polisi.

Berikut adalah kutipan penjelasan Bob Geldof yang dikutip dari Wikipedia:
I was doing a radio interview in Atlanta with Fingers and there was a telex machine beside me. I read it as it came out. Not liking Mondays as a reason for doing somebody in is a bit strange. I was thinking about it on the way back to the hotel and I just said 'Silicon chip inside her head had switched to overload'. I wrote that down. And the journalists interviewing her said, 'Tell me why?' It was such a senseless act. It was the perfect senseless act and this was the perfect senseless reason for doing it. So perhaps I wrote the perfect senseless song to illustrate it. It wasn't an attempt to exploit tragedy.
Nah, apakah hari Senin memang hari tragedi bagi para karyawan? Bukankah hari Senin adalah hari untuk mengawali mencari rizki dan sebagai upaya beribadah untuk memberi nafkah kepada keluarga?

January 23, 2013

Mobile Banking yang Makin Diminati

 Mobile Banking Makin Diminati Nasabah

Besarnya minat nasabah untuk menggunakan mobile banking sangat tinggi, yang ditunjukkan dari adanya kenyataan yang ada di lapangan bahwa meskipun kasus pembobolan ATM lewat modus skimming atau pengintipan nomor personal identity number (PIN) tengah marak, tetapi tidak berimbas negatif pada layanan perbankan yakni mobile banking. Hingga akhir tahun 2009, pengguna mobile banking nasabah BNI mencapai 15% dari total nasabah, yang berada di atas pengguna internet banking yang hanya 5%. Lebih lanjut, berdasarkan keterangan General Manager Corporate Communications Telkomsel diketahui bahwa trafik mobile banking pada Telkomsel mencapai 15 juta per bulan, di mana hingga kuartal III 2009 pengguna mobile banking adalah sebesar 6 juta dari total pelanggan Telkomsel yang berjumlah 80 juta (“Meski Ada Pembobolan ATM, Transaksi Mobile Banking Tak Menyusut”, Kontan.co.id, 2 Februari 2010). 
Masih besarnya peluang untuk memasuki pasar untuk jenis layanan mobile banking tersebut merupakan tantangan bagi industri perbankan untuk menelusuri faktor-faktor yang mempengaruhi nasabah untuk menerima penggunaan mobile banking. kecepatan layanan transaksi melalui mibile banking, biaya yang murah, kemudahan instalasi, adanya konfirmasi via email, adanya konfirmasi pada setiap tahapan transaksi, dan variasi layanan bisa diakses menyebabkan nasabah tersebut mengambil keputusan untuk menggunakan layanan mobile banking. Selain itu, faktor yang menyebabkan nasabah memilih mobile banking juga adalah pengalaman nasabah dalam menggunakan internet banking, sms banking, dan ATM. 
Mobile banking BCA misalnya, memberikan banyak kegunaan dan kemudahan kepada nasabahnya. Saat ini, dari 10 juta rekening nasabah di BCA, sebanyak 2,3 juta diantaranya telah memanfaatkan fasilitas mobile banking (m-BCA) dan sekitar 2,4 juta pengguna internet banking (KlikBCA). Pengguna mobile banking (m-BCA) dan internet banking (KlikBCA) ini juga mengalami pertumbuhan rata-rata sebanyak 30 persen per tahun (“BCA mobile untuk Pengguna Ponsel Pintar”, http://id.berita.yahoo.com). Sementara itu, Bank Mandiri  mentargetkan pertumbuhan sampai 15% pertahun (“Mandiri Targetkan Mobile Banking Naik 15 Persen”, TribunJogja.com, 28 November 2011). 

Nyaman Bertransaksi dengan Mobile Banking

Tingginya minat nasabah untuk melakukan transaksi melalui mobile banking tersebut karena transaksi melalui mobile banking relatif lebih nyaman dibandingkan dengan transaksi melalui sms banking (layanan perbankan berbasis sms yang juga menggunakan media telepon seluler). Berdasarkan survei yang dilakukan lembaga riset telematika Sharing Vision, dalam laporan mobile and sms banking survey tahun 2011, 38% responden menyatakan tidak menerima atau terlambat menerima SMS konfirmasi keberhasilan transaksi, 34% responden menyatakan SMS layanan tidak terkirim, dan 29% responden yang mengeluh karena pulsa tetap dipotong, meskipun transaksi yang diajukan gagal (“Layanan SMS Banking Masih Banyak Dikeluhkan”, Kompas.com, 22 Januari 2012).

Fleksibilitas Mobile Banking

Layanan mobile banking merupakan jenis layanan yang fleksibel, karena bisa digunakan untuk membantu nasabah melakukan transaksi di mana saja dan kapan saja. Layanan mobile banking juga merupakan solusi efektif untuk meningkatkan penetrasi layanan perbankan. 
Selain itu, layanan tersebut juga dapat menjadi solusi untuk menghadirkan layanan transaksi perbankan berbiaya rendah. Berbagai transaksi perbankan yang dapat dilakukan melalui layanan mobile banking, antara lain, transfer, pembelian pulsa, pembayaran tagihan, cek saldo, dan pengecekan transaksi. Saat ini, jumlah pengguna layanan seluler lebih dari 200 juta. Sedangkan jumlah nasabah perbankan hanya 80 juta orang (“Axis Luncurkan Mobile Banking Sinar Sip”, Media Indonesia.com, 29 November 2011). 
Dengan demikian layanan mobile banking masih memiliki peluang besar untuk menjangkau nasabah di Indonesia. Hingga saat ini, pengguna mobile banking mengalami peningkatan. Bank Mandiri misalnya, hingga akhir tahun 2011 pengguna mobile banking oleh nasabah Bank Mandiri mencapai 600.000-700.000 orang, di mana proyeksi kenaikan per tahun yang diharapkan sampai 15% (“Mandiri Targetkan Mobile Banking Naik 15 Persen”, TribunJogja.com, 28 November 2011). 

Mobile Banking Relatif Aman

Di sisi lain, transaksi mobile banking relatif lebih aman jika dibandingkan dengan sms banking. General Manager Corporate Communications Telkomsel mengatakan bahwa trafik pengguna mobile banking di Telkomsel setelah kasus pembobolan ATM tetap stabil, karena mobile banking jauh lebih aman. 
Layanan mobile banking pada dasarnya adalah layanan perbankan yang dijembatani oleh pihak operator. Dengan demikian, sistem keamanan mobile banking pun memakai standardisasi sistem keamanan perbankan. Artinya, sistem keamanannya ditentukan oleh kedua pihak, yaitu operator dan perbankan. Head of Mobile Data Sevices XL juga mengungkapkan bahwa semua bentuk enkripsi disediakan oleh bank dan operator hanya membuka pipa koneksi ke sisi bank jadi keamanan sangat terjaga. 
Lebih lanjut, dijelaskan bahwa rata-rata trafik di atas 140 ribu transaksi per hari, di mana kesalahan (error) yang terjadi hanya berupa keluhan pelanggan pada how to activated mobile banking dan bukan kegagalan transaksi. Sementara itu, kejahatan yang terjadi disebabkan oleh adanya oknum yang menyamar sebagai petugas bank dan meminta pin pelanggan (“Meski Ada Pembobolan ATM, Transaksi Mobile Banking Tak Menyusut”, Kontan.co.id, 2 Februari 2010). 


Gambar: mvbank.com

October 23, 2012

Pernahkan Anda Menerima SMS Seperti Ini?

Transfer ke BRI aja no.Rek: 1229-0100-1111-538 a/n. OKY FULAN JAYA (Pengirim: 082324818201)
Ditransfer saja ke BRI a/n YENI MAYASARI No.Rek: 563-5010-0226-9501, klu sdh sms dino ini. nomor yg 1 tdk aktif.terimakasih (Pengirim: 085353967745). 
Pi, ini nmrku skrg isikan dlu pls AS, 100 di nmr ini 0812330101250 ya pi,skrng pentg! (Pengirim: 082330450297)
Pernahkan Anda menerima SMS seperti kutipan di atas? SMS-SMS tersebut adalah SMS yang masuk ke nomor Hp saya, dan masih ada beberapa, termasuk yang mengabarkan bahwa rumah yang kami tempati sudah laku, sudah ada yang sewa, sudah mau habis masa sewanya, dan sebagainya. Bahkan ada yang pagi-pagi dinihari membuat kami terkejut, karena SMS nya mengabarkan bahwa ada saudara yang akan operasi di rumah sakit esok paginya. 
Pernah waktu itu bersamaan saya menerima dua SMS yang menginformasikan dua nomor rekening yang berbeda. Yang satu berasal dari orang yang saya kenal dan tengah berada di Cilacap, tetapi sudah ganti nomor di mana nomor rekening yang digunakan adalah nomor rekening kakaknya, tentu saya tidak mengenal nama kakaknya. Tidak lema kemudian, saya mendapat SMS lagi dengan nomor yang berbeda dan menyatakan juga untuk mentransfer ke nomor rekening yang berbeda lagi, dengan bank yang sama. Saat itu, saya langsung berpikir bahwa itu adalah SMS dari orang yang sama. Alhamdulillah, saat itu saya mendapat SMS konfirmasi apakah saya sudah transfer atau belum, dan pada saat itu juga saya konfirmasi mengenai nomor rekening yang harus saya tuju.
Yupps..... memang tindak kejahatan dewasa ini makin beragam saja bentuk dan caranya aka modus operandinya. Seiring dengan semakin meningkatnya pengetahuan manusia dan didukung oleh perkembangan teknologi, tindak kriminal juga ikut mengimbangi dengan variasi modus operandi, lokasi, dan waktu yang dipilih oleh pelaku. Dengan semakin meningkatnya ilmu pengetahuan dan teknologi, pelaku kriminal juga dilakukan dengan cara yang lebih intelek, di mana tindak kejahatan bisa dilakukan oleh pelaku tanpa harus bertemu dengan korban kapan saja dan di mana saja. Sebagai contoh adalah jenis kejahatan berupa penipuan melalui Short Messaging Service (SMS) yang dewasa ini makin marak, penjualan fiktif melalui internet yang mengharuskan korban melakukan transfer pembayaran ke rekening penjual fiktif, dan penyalahgunaan kartu kredit. 
Penipuan lewat SMS dengan modus operandi yang baru dilakukan dengan memerintahkan penerima SMS untuk mentransfer uang ke rekening yang tertera di SMS, baik permintaan transfer maupun penawaran kredit tanpa agunan (KTA). Modus operandi kedua jenis kejahatan tersebut adalah mengelabui masyarakat untuk melakukan transfer uang ke rekening tertentu dengan menggunakan identitas palsu. Penggunaan rekening dengan identitas palsu ini bisa dilakukan oleh pelaku, karena mudahnya penggunaan identitas palsu dalam membuka rekening di bank. Berkaitan dengan penyalahgunaan kartu kredit maka modus operandi yang digunakan adalah melalui pencurian identitas dan pemalsuan kartu. Bank Indonesia (BI) mengatakan fraud (kekacauan) di perbankan khusus kartu kredit mencapai 2.741 kasus dengan nilai kerugian mencapai Rp11,78 miliar dari Januari sampai April 2011. Bank sentral mencatat fraud dari pencurian identitas tercatat sebanyak 1.204 kasus dengan kerugian Rp5,963 miliar. Sedangkan terbanyak kedua adalah fraud kartu kredit terjadi akibat adanya pemalsuan kartu yang mencapai 545 kasus dengan kerugian Rp 2,530 miliar (“Kuartal I, Fraud Kartu Kredit Capai 2.741 Kasus, Okezone.com, 8 Juni 2011). 
Berdasarkan uraian di atas bisa dilihat bahwa pelaku tindak kejahatan perbankan mengalami perkembangan modus operandi seiring dengan semakin meningkatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, lemahnya pengendalian internal dan pengawasan perbankan, dan gaya hidup masyarakat. Pelaku kejahatan memanfaatkan peluang yang ada di sekitarnya untuk melakukan aksi kejahatannya. Sebagaimana yang dilakukan oleh oknum perbankan yang menggunakan wewenangnya untuk melakukan tindak kejahatan. Artinya ada peluang bagi pelaku untuk melakukan tindak kejahatan perbankan. Dengan demikian, meskipun telah ada peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang mengatur tentang pelanggaran dan kejahatan perbankan berikut sanksi yang dikenakan bagi pelaku, tetapi ketika masih ada peluang bagi pelaku tindak kejahatan, maka perilaku kejahatan tersebut masih muncul dalam diri pelaku. Kenyataan terkait dengan perilaku kejahatan tersebut sebagaimana disebutkan oleh Wilcox dan Cullen (2010) bahwa terdapat teori-teori perilaku kejahatan, yang menunjukkan bahwa kejahatan tidak terjadi begitu saja, tetapi ada kondisi-kondisi yang menyebabkan pelaku melakukan suatu tindak kejahatan. Kondisi-kondisi tersebut diperkuat dengan adanya elemen kognisi dan kemampuan manusia untuk melakukan pembelajaran terhadap setiap kondisi tersebut, seperti adanya perilaku kejahatan dari orang lain, pengalaman tindak kejahatan, dan peluang dilakukannya tindak kejahatan. 

Ref: Wilcox, Pamela dan Francis T. Cullen. (2010). Encyclopedia of Criminological Theory, Volume 1. Thousand Oaks, California: SAGE Publications, Inc.

CocoGress