April 15, 2014

Safari Politik Gubernur yang Calon Presiden: Pandangan Satu Sisi Masyarakat Awam

Gambar: frugal-cafe.com
Surabaya, CocoNotes - Negara dan media memang seperti mata rantai yang saling berkaitan. Ketika sebuah negara memiliki 'gawe' a k a event kenegaraan, maka mata media tidak akan luput untuk mengintipnya. Demikian pula, dengan negara, dia akan mencari media untuk memperkuat realitas yang dibentuk oleh media. Sehingga citra yang terbentuk dapat disejalankan dengan ekspektasi negara.

Di sini, rakyat yang awam politik, awam keidupan bernegara, awam pengetahuan, menjadi penontonnya, dan akan mempersepsi realitas yang dikonsepsikan oleh media tersebut.

Muatan media terkait safari gubernur yang calon presiden pastinya akan mendapatkan persepsi yang berbeda-beda dari masyarakat. Sang Gubernur yang juga calon presiden dalam pemilihan presiden (pilpres) 2014 pada bulan Juli mendatang tengah mengemban amanah partai yang mendukungnya untuk melakukan safari politik. Membentuk koalisi dan kerjasama dengan partai lain, karena hasil quick count pemilu legislatif yang dilangsungkan 9 April 2014 tidak menghasilkan perolehan suara signifikan bagi para partai politik peserta pemilu.

Safari politik tersebut pastinya menyita waktu sang gubernur idaman warga yang padanya diletakkan harapan besar akan perbaikan wilayahnya yang penuh dengan permasalahan kota metopolitan. Macet, banjir, tata ruang, transportasi, kepegawaian, dan lain-lain .... Kompleksitas permasalahan yang belum terurai pun akhirnya akan kembali menjadi bahan pertanyaan bagi gubernur selanjutnya.

Barangkali, di sini ada pertanyaan yang perlu ditegaskan oleh pemerintah, bahwa seorang terpilih dalam lembaga eksekutif harus mengemban amanah yang diembankan dan telah disepakati dalam sumpah jabatannya di bawah nama Tuhan, sebelum memutuskan untuk mencalonkan kembali dalam pemilihan pimpinan eksekutif agar kegiatan kampanye dan kegiatan politiknya dapat dilakukan secara maksimal tanpa mengganggu status kenegarawanannya. Dengan demikian, tampuk kepemimpinan eksekutif yang diemban tidak berarah seperti seorang wirausaha yang melakukan ekspansi dari area perusahaan keluarga, menuju perusahaan skala nasional, dan skala internasional. Terlebih, jika harus diiringi dengan pakaian partai pengusung kepemimpinan yang akan diembannya.

0 komentar:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. CocoNotes - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz Templates