August 28, 2014

Aqua Lestari: Harmoni Air dan Kehidupan untuk Indonesia Lebih Sehat

Surabaya, CocoNotes - Aliran air mengalir seiring dengan aliran kehidupan. Dengan jumlah air yang tetap, air mengalir melalui siklusnya secara natural, senatural kehidupan itu sendiri. Entah apa jadinya ketika tidak ada air di dunia ini. Dapatkah Anda bayangkan ketika tiba-tiba air menghilang dari muka bumi. Seluruh tumbuhan akan layu dan mengering. Pohon-pohon meranggas. Hewan-hewan akan kelaparan, karena tidak ada makanan yang tumbuh berkembang untuk dimangsa.  Atau ... ketika tiba-tiba Anda tidak bisa menemukan air bersih yang layak konsumsi di dunia ini. Manusia akan kesulitan beraktivitas. Tidak bisa mengelola sawah ladang, tidak bisa memasak, mencuci, dan membersihkan diri. Tubuh pun jadi bau, gatal-gatal, dan penuh daki. 
Air dan Kehidupan (gambar: doc. Pribadi)
Begitulah. Erat hubungan antara air dengan kehidupan. Karena air mengalir, kehidupan pun bergerak. Begitu air berhenti mengalir, gerak kehidupan juga akan terganggu alirannya. 

Harmonisasi Aliran dan Siklus Air dengan Kehidupan 

Aliran siklus air, baik aliran air dalam bentuk cairan, bekuan (es/salju), dan gas membentuk harmoni kehidupan yang bergerak. Air yang mengalir, menguap, dan membeku di sebagian area, semuanya bergerak membentuk siklus dalam iklim dan cuaca. Mempengaruhi arah dan pola gerak kehidupan. Bergerak dalam aktivitas kehidupan, bergerak dalam nafas kehidupan. Demikian pula jika gerak air tertahan atau berhenti maka akan pula mempengarui disharmoni kehidupan. Air yang berhenti mengalir dalam bentuk cairan lama-lama akan mengeruh dan meluap. Air bersih sulit dicari, banjir dan rob meluber ke mana-mana, merusak dan menghanyutkan setiap benda yang dilalui, memakan korban jiwa, harta, dan nyawa. Aktivitas sosial, birokrasi, administrasi, dan perekonomian pun terganggu. Air yang berhenti mengalir dan membeku akan menjadikan bumi pun beku dan kelu. Air yang berhenti mengalir dan membentuk awan akan menjadikan kehidupan menjadi lembab. 

Oleh karena itu, manusia sebagai penduduk bumi yang dikaruniai akal dan hati seyogyanya menjaga keharmonisan aliran siklus air. Agar metamorfosa air dari bentuk ke bentuk, dari tempat ke tempat dapat dilalui dengan seimbang, sesuai iklim dan cuacanya. Dan, membentuk lingkungan yang bergerak dinamis dan sehat. 

Indonesia: Antara Eksplorasi Kekayaan Alam dan Dampaknya terhadap Lingkungan Sehat

Air dan Kehidupan: Eksplorasi Alam Indonesia (gambar: Pacet, Juni 2013)
Negara Indonesia merupakan negara yang berlokasi di garis khatulistiwa. Si Zamrud Khatulistiwa yang merupakan negara kaya jaya gemah ripah loh jinawi. Banyak negara yang jatuh cinta dengan keindahan alamnya. Eksotisnya gunung dan laut serta pantainya. Banyak negara yang terpana dengan kekayaan alamnya. Banyak pula negara yang terpesona dengan aneka ragam budaya dan nilai-nilai filosofis dalam kearifan lokalnya, senyum ramah penduduknya. 

Tidak heran jika di masa lalu, Negara Portugis merapat ke Nusantara untuk berdagang rempah. Negara Belanda jatuh cinta untuk menguasai persada. Dan bahkan Negara Jepang pun kepincut mencicipi lezat sedap alam Nusantara. Seiring dengan berjalannya waktu, eksplorasi dan eksploitasi alam Indonesia dilakukan untuk memenuhi kebutuhan penduduk, meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Keindahan alam Indonesia yang menjadi daya tarik wisatawan dijadikan sebagai obyek wisata. Ragam fasilitas pun dibangun untuk mengakomodasi kunjungan wisatawan, mulai dari tempat rekreasi, cafe, restaurant, hotel, travel agent, perbaikan jalan, penambahan sarana transportasi, dan sebagainya. 

Kekayaan alamnya pun dieksplorasi sedemikian rupa. Kayu-kayu dari hutan mulai dikelola dan diproduksi menjadi kertas, papan-papan untuk kecukupan kebutuhan perumahan, bangunan perkantoran, mall, kerajinan, dan sebagainya. Kekayaan lautnya pun mulai dikelola untuk pemenuhan kebutuhan pangan, diekspor sebagai komoditas untuk menambah devisa. Demikian pula dengan kekayaan tambangnya. Dieksplorasi untuk pemenuhan dan pencapaian kesejahteraan kehidupan rakyat. Begitulah, hampir semua apa yang ada di muka bumi Indonesia dan apa pun yang terkandung di dalamnya dikelola dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. 

Eksplorasi dan eksploitasi kekayaan bumi Nusantara tersebut memang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi dan teknologi mulai dapat dirasakan manfaatnya oleh bangsa Indonesia. Namun, di balik semua itu. Dampak negatif dari pembangunan pun mulai dirasakan oleh bangsa Indonesia. Efek pembangunan terhadap pemudaran kearifan lokal menjadikan bagian bumi Indonesia harus meranggas kekeringan, sementara bagian lainnya mengalami banjir dan rob berkesinambungan. Sampah-sampah industri dan rumah tangga ada yang berserakan mengotori bumi, ada yang menyumbat aliran air selokan maupun air sungai. Tidak jarang, penduduk yang tinggal di bantaran sungai, di pinggir laut, dan di area perkotaan serta di sentra industri harus menanggung sakit akibat limbah kimia yang harus turut terkonsumsi, karena air bumi yang telah terkontaminasi. Mulai sakit gatal-gatal, sakit saluran pencernaan, sakit saluran pernafasan, sampai sakit yang bersifat degeneratif dan psikosomatis. 

Bukan hanya sakit badannya, penyakit sosial dan mental pun mulai menjamah penduduk akibat pesatnya eksplorasi dan eksploitasi kekayaan alam. Penyakit sosial pun menjangkit, seperti pengangguran, kesenjangan sosial ekonomi, renggangnya kebersamaan, berkurangnya rasa saling memiliki, dan semacamnya. Sementara itu, penyakit mental semacam stres, depresi, dan semacamnya juga melanda negeri ini. Setiap orang sibuk dan tenggelam untuk mengikuti cepatnya laju pembangunan, laju eksplorasi, dan eksploitasi.

Kehidupan yang tidak sehat akibat ragam penyakit fisik, sosial, dan mental yang menyerang beberapa wilayah di Indonesia tersebut menggugah perusahaan pelaku eksplorasi kekayaan alam untuk menerapkan kebijakan dan program yang berpihak pada penyelamatan lingkungan. Strategi-strategi eksplorasi berimbang dan berkesinambungan (balance & sustainable) mulai banyak mengemuka demi mencapai kesejahteraan yang seimbang antara kesejahteraan ekonomi, fisik, sosial, dan mental spiritual.
Aqua sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi air minum terus menerus melakukan pengembangan produk yang berorientasi pada kelestarian alam. Dalam aktivitas bisnis yang dijalankan Aqua tidak hanya mengutamakan pencapaian profit, tetapi juga melakukan aktivitas pengembangan yang berorientasi pada kemajuan sosial berupa program-program pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat (baik konsumen maupun penduduk sekitar pabrik) melalui sustainable development strategy (strategi pengembangan berkelanjutan). Salah satu wujud strategi pengembangan yang berkesinambungan tersebut adalah lahirnya program Aqua Lestari, yaitu program-program yang ditetapkan oleh manajemen perusahaan untuk tujuan pelestarian lingkungan.

Aqua Lestari, Persembahan Aqua untuk Indonesia Lebih Sehat 

Brand Aqua terlahir dari sebuah perusahaan PT Golden Mississippi yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan produk air minum dalam kemasan. Penamaan Aqua sendiri didasarkan pada kemudahan pelafalan oleh masyarakat Indonesia dibandingkan dengan nama awal yang diberikan kepada produk “puritas” yang lebih sulit untuk dilafalkan.
PT Golden Mississippi yang didirikan pada tahun 1973 di Bekasi ini merupakan pioneer perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK). Diawali dengan dikeluarkannya produk AMDK kemasan botol kaca ukuran 950 ml pada tahun 1974 sampai dengan kemasan botol, galon, dan gelas plastik dengan ragam ukuran seperti saat ini. Berkaitan dengan kepemilikan dan strategi manajerial, pada tahun 1989, terjadi perubahan nama perusahaan dari PT Golden Mississippi menjadi PT Aqua Golden Mississippi. Selanjutnya, pada tanggal 4 September 1998, PT Aqua Golden Mississippi dan grup Danone sepakat untuk bergabung, yang semakin memantapkan komitmen luhur yang dibangun oleh perusahaan untuk mencapai kesuksesan ekonomis dan kemajuan sosial. 

Inovasi dan kreasi Aqua Group dalam mengembangkan AMDK ini mampu mengubah pola konsumsi masyarakat terhadap air minum. Jika sebelumnya masyarakat lebih banyak mengonsumsi air tanah untuk direbus dan dikonsumsi sebagai air minum, dengan adanya AMDK, masyarakat lebih senang mengonsumsi air minum dalam kemasan. Perubahan pola konsumsi ini terjadi karena AMDK yang bersifat praktis dan lebih terjaga kebersihan dan kelayakan konsumsinya. Terlebih, dengan semakin dinamisnya gerak hidup masyarakat yang sibut dalam rutinitas, kehadiran AMDK akhirnya menjadi pilihan bagi masyarakat. 

Dengan adanya AMDK, masyarakat tidak perlu lagi merebus air untuk keperluan minum; tidak perlu repot menyajikan minuman untuk tamu; tidak berlu lagi harus berhaus-haus menunggu air yang direbus dingin saat ingin minum; tidak harus kehausan saat di perjalanan, karena AMDK yang dikemas praktis mudah dibawa ke mana-mana; dan pastinya ujung-ujungnya menjadikan kehidupan lebih sehat, karena kecukupan air sehari-hari lebih mudah dipenuhi. Keberhasilan Aqua dalam memulai terobosan yang inovatif di bidang pengembangan AMDK tersebut selanjutnya diikuti oleh perusahaan-perusahaan lain di Indonesia, sehingga di mana pun, dari desa sampai ke kota, akan dengan mudah ditemukan AMDK. 

Berdasarkan data dari Aspadin (Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan), konsumsi air minum dalam kemasan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2011, konsumsi AMDK di dalam negeri mencapai 17,9 miliar liter; pada tahun 2012 mencapai 19,8 miliar liter atau naik sebesar 10,61% dibandingkan tahun 2011; dan pada tahun 2013 mencapai 22 miliar liter atau naik sebesar 11,11% dibandingkan tahun 2012 (Astria, 2013). 
Sementara itu, pada tahun 2014 diprediksi terjadi kenaikan kebutuhan konsumsi AMDK sampai 12% (Issetiabudi, 2014). Di mana AMDK keluaran Aqua merupakan AMDK yang paling mampu menjangkau pangsa pasar paling besar dibandingkan dengan AMDK keluaran perusahaan lainnya. Berdasarkan data dari Aspadin, pada tahun 2012, Aqua menguasai 40% pasar di Indonesia, sementara sisanya 60% harus diperebutkan oleh AMDK merek lain yang banyak ragamnya (Darandono, 2012). 

Kesuksesan Aqua dalam membentuk dan memosisikan diri sebagai produsen AMDK tersebut dapat dilihat dari awareness masyarakat akan produk AMDK. Hampir setiap penduduk akan menyebut AMDK sebagai Aqua meskipun AMDK tersebut keluaran perusahaan lainnya.

Menghadapi kesuksesan Aqua dalam menembus pasar, Aqua Group tidak mengabaikan begitu saja komitmen ganda (dual commitment) dalam strategi perusahaan yang telah ditetapkan sebelumnya. Terobosan-terobosan Aqua terus dilakukan, termasuk terobosan dalam memproduksi air minum dalam kemasan yang berkualitas dengan tetap berupaya untuk menciptakan lingkungan Indonesia yang sehat. Terobosan tersebut secara sadar dan prinsipil diterapkan oleh perusahaan, karena bahan baku utama produk Aqua adalah air pegunungan. Air pegunungan yang segar, jernih, bersih, dan sehat sangat diperlukan untuk menghasilkan produk yang sehat. Sehingga masyarakat yang mengonsumsinya juga sehat. 

Gambar Background: Pacet, Juni 2013
Program kelestarian lingkungan pun diterapkan oleh perusahaan. Melalui program Aqua Lestari yang dicanangkan sejak tahun 2006, Aqua melakukan kegiatan-kegiatan baik yang implementatif langsung oleh perusahaan maupun program edukatif terhadap masyarakat. Dasar implementatif Aqua Lestari adalah komitmen Aqua Group untuk berkontribusi secara ekonomis dan sosial terhadap masyarakat dengan menggunakan referensi Danone Way dan ISO 206000. Inisiatif-inisiatif sosial dan lingkungan pun digerakkan, yang mencakup wilayah sub- Daerah Aliran Sungai (DAS) secara terintegrasi dari wilayah hulu, tengah, dan hilir di lokasi Aqua Group beroperasi yang disesuaikan dengan konteks lokal. Berbagai inisiatif tersebut berada di bawah empat pilar, yaitu: Pelestarian Air dan Lingkungan, Praktik Perusahaan Ramah Lingkungan, Pengelolaan Distribusi Produk, serta Pelibatan dan Pemberdayaan Masyarakat (Official Website Aqua, 2014). 
Aqua Lestari
Empat Pilar Aqua Lestari (diadaptasi dari Official Website Aqua Group)
Ilustrasi program Aqua Lestari yang dicanangkan oleh Aqua Group di atas menunjukkan bahwa keempat pilar Aqua Lestari semuanya memiliki orientasi untuk melestarikan lingkungan dan meningkatkan kehidupan masyarakat yang sehat dan berdaya. 

Dual Commitment Aqua Group dan Aqua Lestari: Harmonisasi Air dan Kehidupan, Menuju Indonesia Sehat 

Health, Nature, For All, People adalah empat prioritas strategis yang menjadi dasar pencapaian dual commitment, yaitu keseimbangan antara komitmen untuk mencapai tujuan ekonomis dan tujuan sosial masyarakat. Melalui implementasi program Aqua Lestari, Aqua berkomitmen untuk mencapai tujuan sosial masyarakat, yaitu kesehatan, alam, untuk semua, masyarakat. 
Aua Lestari: Air dan Kedhidupan untuk Indonesia Lebih Sehat (diadaptasi dari Official Website Aqua Group)
Gambar di atas menunjukkan bahwa melalui program Aqua Lestari, Aqua Group berupaya untuk mewujudkan dual commitment yang mengacu pada empat prioritas strategis yaitu kesehatan, alam, untuk semua, masyarakat. Dengan demikian, secara keseluruhan aktivitas operasional perusahaan mulai dari pengelolaan air dari sumber mata air sampai pendistribusian ke seluruh kalangan konsumen mengacu pada pencapaian MASYARAKAT YANG SEHAT DI SEMUA KALANGAN. 
  • Sehat secara FISIK, yaitu sehat yang didukung oleh Lingkungan yang SEHAT, HIJAU, dan SEGAR, dan BEBAS POLUSI.  
  • Sehat secara EKONOMI, yaitu masyarakat yang berdaya secara ekonomi melalui pemberdayaan sumberdaya masyarakat, pemberdayaan lahan pertanian, peternakan, perdagangan (pemasokan), dan distribusi.
  • Sehat MENTAL dan SPIRITUAL, yaitu masyarakat yang berdaya secara EKONOMI dan sehat secara FISIK, sehingga memperoleh peningkatan kesejahteraan ekonomi yang berdampak pada pencapaian ketenangan, kenyamanan, dan kebahagiaan.
Secara singkat dapat dijelaskan bahwa eksplorasi air yang bijaksana dengan prinsip dasar yang mengacu pada nilai luhur prioritas strategis diharapkan akan bergerak selaras dengan kehidupan, sehingga tercipta kehidupan bangsa Indonesia yang sehat. Sehat secara fisik, ekonomi, mental, dan spiritual.

Referensi
  • Astria, Riendy. Industri Air Minum Kemasan Masih Menjanjikan. Dipublikasi dalam Bisnis.com, 26 Juni 2013. Diakses melalui http://industri.bisnis.com/read/20130626/257/147254/industri-air-minum-kemasan-masih-menjanjikan. 
  • Darandono (Rosa Sekar Mangalandum). 2013, Danone Aqua Tingkatkan Produksi 10-12 Persen. Dipublikasi dalam SWA, 6 November 2012. Diakses melalui http://swa.co.id/business-strategy/2013-danone-aqua-tingkatkan-produksi-10-12-persen. 
  •  Issetiabudi, David Eka. Industri AMDK: Produksi Kuartal II/2014 Melesat. Dipublikasi dalam Bisnis.com, 7 Juli 2014. Diakses melalui http://industri.bisnis.com/read/20140707/257/241713/industri-amdk-produksi-kuartal-ii2014-melesat. 
  • Official Website Aqua Group, http://www.aqua.com.

1 komentar:

AquaKlaten.com said...

Mohon ijin untuk sahre kembali artikel diatas ke blog kami aquaklaten.com, sebelumnya kami ucapkan terimakasih atas artikel yang menarik ini.

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. CocoNotes - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz Templates