August 15, 2014

Karena Setiap Perempuan Ingin Terlihat Cantik

Body Painting (Pic. Pinjam dari Mr Bram Wiharsa, 2014, Jakarta)
Surabaya, CocoNotes - Perempuan memang berstereotype feminin, lembut, dan lekat dengan kecantikan. Stereotype tersebut kemudian terbangun dalam opini dan mindset para perempuan, bahwa perempuan adalah kecantikan. Agar terlihat cantik, ragam cara pun dilakukan. Mulai dari pola berdandan, pola perawatan tubuh, rambut, alis, muka, dan pola berpakaian. Aneka make up dan aneka fashion serta parfum dan assessories penunjang penampilan yang menarik dan memesona dilakukan. Yang penting, bagaimana terlihat menawan dan membuat setiap mata tertuju padanya. Sampai-sampai operasi plastik dan ragam diet yang menyakitkan pun dijalani. Untuk sebuah kecantikan.

Karena Kecantikan itu mahal
Selain menyakitkan, untuk dapat tampil secara fisik yang cantik pun memerlukan biaya baik moneter maupun nonmoneter. Biaya perawatan di rumah, biaya perlegkapan berdandan, biaya aneka pakaian dan assesoris, dan biaya perawatan ke salon - adalah sebagian kecil biaya-biaya yang bersifat moneter yang harus dikeluarkan oleh seorang perempuan. 

Sementara biaya nonmoneter dapat dikonversi dari waktu yang diperlukan, tenaga yang dan energi yang dicurahkan, serta pikiran yang diperas untuk merancang pola dan desain dandanan seperti apa yang harus ditampilkan saat keluar rumah pada jam-jam tertentu. Karena perempuan tidak akan pernah mau tampil dengan style yang sama dalam forum yang berbeda.

Fenomena Jilboob: Karena Setiap Perempuan Ingin Terlihat Cantik
Akhir-akhir ini penggunaan jilbab dan hijab di kalangan perempuan Indonesia mulai marak. Banyak para artis yang kemudian memutuskan untuk meggunakan hijab di kepala, untuk menutupi rambutnya. Ragam desain per-hijab-an pun muncul dengan aneka bentuk dan ragam, lengkap dengan segala pernak dan perniknya. Desain hijab kepala ini selanjutnya menjadi tren di seluruh kalangan, sampai-sampai memakai hijab pun harus ada tutorialnya. Kontes-kontes per-hijab-an pun marak diselenggarakan, mulai model hijab, hijab hunt, sampai segala macam benbtuk kontes hijab diselenggarakan.
Semua Perempuan Ingin Terlihat Cantik (Pic. Fan Page Kartun Muslimah)
Nah, dari sini kemudian muncul istilah Jilboob. Berjilbab tetapi tetap menonjolkan lekak-lekuk tubuh dan kemolekan tubuh perempuan. Yang akhirnya berdampak pada munculnya pertanyaan, 'apa sebenarnya esensi hijab dan jilbab". Karena sebenarnya tujuan awal pemakaian hijab dan jilbab adalah untuk menghilangkan fitnah, isu, gosip, luka, pelecehan yang diakibatkan oleh terumbarnya aurat perempuan. Namun, dengan tren hijab, ternyata hanya rambut kepalanya yang ditutupi, tetapi aurat yang lain dibiarkan tetap ditampilkan. 

Fenomena tersebut memang menyakitkan bagi sebagian orang yang telah berjilbab sesuai syar'i. Hijab yang menutup aurat, yang tidak menonjolkan lekuk tubuh, yang tidak transparan, dan tidak menarik perhatian, serta sederhana dan memancarkan keanggunan dan ketinggian derajad perempuan. Perempuan yang terhormat.

Semua Berproses (Pic. Fan Page Kartun Muslimah)
Di sisi lain, fenomena tersebut harus disikapi dengan bijak dan sederhana. Karena semua membutuhkan proses, sehingga berhijab pun memerlukan proses. Bagaimanapun sudah menjadi mindset dan telah terjadi pembentukan opini, bahwa perempuan itu cantik. Dan cantik itu dapat dilihat, sehingga harus diperlihatkan.  Oleh karena itu, jilboobers yang banyak diedarkan foto-fotonya adalah juga bagian dari keinginan untuk berhijab, tetapi tetap trendy dengan tampilan kecantikan dan kemolekan tubuhnya. It's Ok .... karena semua butuh proses dan memang setiap perempuan ingin terlihat cantik.

0 komentar:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. CocoNotes - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz Templates