March 21, 2015

Berbagi yang Bermanfaat, Teliti Sebelum Memberi

Surabaya, CocoNotes - Membaca celoteh para medsoser, baik di facebook maupun di twitter mengenai ketidaksiapan mereka menerima kenyataan bahwa Menteri Sosial memberi bantuan kepada masyarakat Rimba menjadi hal yang menggelitik. Mengapa Mensos yang berbagi justru menjadi bahan pembicaraan? Bukankah berbagi itu indah? 
Ya, begitulah. Berbagi memang indah dan sangat disarankan dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Tetapi berbagi harus bermanfaat. 
Lantas, apa yang diberikan oleh Mensos Khofifah Indar Parawansa, sehingga menuai kritikan dari para medsoser? Yups, berdasarkan celoteh medsoser tersebut, mereka belum bisa menerima ketika bantuan yang diberikan kepada masyarakat Rimba yang kekurangan pangan itu adalah berupa ROKOK. 
Yippiii ... Artinya, diduga ada pelanggaran perundang-undangan yang dilakukan oleh Mensos, yang entah secara langsung maupun tidak langsung. Artinya, bisa jadi ibu Mensos tidak tahu kalau ada slot-slot rokok dalam bantuan yang diberikan, atau bisa juga ibu Mensos mengetahuinya. 
Wallahu a'lam. Yang jelas, pemberian bantuan berupa rokok itu dianggap melanggar aturan mengenai barang bantuan yang telah diatur dalam PP No. 109 Tahun 2012 Pasal 35 Ayat 2 Point (a):
"Tidak memberikan secara cuma-cuma, potongan harga, hadiah Produk Tembakau, atau produk lainnya yang dikaitkan dengan Produk Tembakau"

Apalagi, rokok telah diriset dan disimpulkan sebagai bahan pencetus permasalahan kesehatan dan kemiskinan. So, mari berbagi yang bermanfaat. Mari teliti sebelum memberi.

0 komentar:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. CocoNotes - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz Templates