October 30, 2012

Passion dan Tenacity - Bentuk Motivasi para Wirausahawan

Para pendiri usaha yang memiliki pertumbuhan tinggi memiliki karakteristik yang mampu memberi kontribusi untuk keberhasilan usaha baru mereka berupa pertumbuhan usaha yang cepat. Karakteristik tersebut diantaranya adalah passion dan tenacity (Baron dan Shane, 2007). 
  • Passion. Passion dalam arti sederhana adalah semangat yang besar disertai emosi yang kuat, hasrat yang membara atau burning desire, sebuah determinasi untuk mewujudkan suatu tujuan (Gunawan, 2009). Para wirausahawan tersebut mengawali dan menjalankan usaha dengan pertumbuhan yang tinggi di mana mereka memiliki passion terhadap pekerjaannya dan perusahaannya. Para wirausahawan yang memiliki kesuksesan tinggi ini mencintai apa yang mereka kerjakan, dan ini ditunjukkan dalam setiap jalan yang ditempuhnya (Baron dan Shane, 2007). Dengan adanya motivasi dalam diri individu maka akan menghasilkan passion yang tinggi dalam tindakan yang melebihi kebiasaan sebelumnya. Passion menjadi api membara yang membakar semangat bekerja. Passion menjadi mesin kreativitas yang menghasilkan 1001 alternatif untuk hasil pekerjaan terbaik. Passion menjadi batu karang komitmen untuk berjuang meraih tujuan pekerjaan sampai titik darah penghabisan. Passion adalah hasrat yang menyala-nyala, imajinasi kreatif tanpa batas, dan loyalitas yang tidak terbantahkan (Suharli, 2009). Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa passion adalah semangat yang tinggi dalam diri individu yang diperlukan oleh seorang wirausaha dalam menjalankan bisnis. 
  • Tenacity. Tenacity bisa diartikan sebagai keuletan, ketekunan, ketabahan, dan kegigihan. Ketekunan merupakan dimensi motivasi yang merupakan ukuran mengenai berapa lama seseorang bisa mempertahankan usahanya. Individu-individu yang termotivasi bertahan melakukan suatu tugas dalam waktu yang cukup lama demi mencapai tujuan mereka (Robbins dan Judge, 2008). Tenacity akan membantu seorang pengusaha untuk menemukan jalan keluar ketika apa yang telah diupayakan menghadapi hambatan (Harper, 2005) Dengan memiliki bekal berupa tenacity, maka para wirausahawan tersebut tetap mampu bertahan di saat orang lain telah menyerah, dan tetap melanjutkan usaha mereka bahkan setelah mengalami kekecewaan yang besar atau kebangkrutan (Baron dan Shane, 2007). Oleh karena itu disebutkan oleh Dessler dan Philips (2008), bahwa tenacity merupakan karakter krusial yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan, karena ini akan membantu wirausahawan dalam menciptakan sesuatu yang di luar dugaan ketika mengalami kesulitan. So, tenacity merupakan salah satu bentuk motivasi usaha yang merupakan karakter yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha agar serang wirausaha mampu bertahan ketika menghadapi kesulitan. 
Referensi:
Baron, Robert A. dan Scott Andrew Shane. (2007). Entrepreneurship: A Process Perspective. 2nd edition. London: Cengage Learning. 
Dessler, Gary dan Jean Phillips. (2008). Managing now. Boston: Cengage Learning. 
Gunawan, Adi W. (2009). Indonesia...Bangkit!!!: Kompilasi tulisan beberapa penulis memeringati 100 tahun kebangkitan nasional. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 
Harper, Stephen C. (2005). Extraordinary Entrepreneurship: The Professional's Guide to Starting an Exceptional Enterprise. New Jersey: John Wiley and Sons. 
Robbins, P. Stephen dan Timothy A. Judge. (2008). Perilaku organisasi. Buku 1. Edisi 12. Jakarta: PT Salemba Empat. 
Suharli, Michell. (2009). Habit: Delapan kebiasaan yang akan mengubah nasib Anda. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

0 komentar:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. CocoNotes - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz Templates