December 23, 2012

Agar Datangnya Gaji Tidak Seperti Datang Bulan

Sebagai UMANJI, You Manusia Bergaji, karyawan harus bisa menyiasati gaji bulanannya agar tidak hanya lewat begitu saja tiada berjejak. Besar kecil gaji dan tingkat kecukupan gaji untuk biaya hidup sangat tergantung pada kepiawaian karyawan untuk menyiasati gaji yang diterimanya satu kali dalam sebulan. Jangan sampai gaji yang ditunggu-tunggu selama satu bulan, habis dalam hitungan pekan. Hal penting yang perlu diingat oleh seorang karyawan adalah bahwa: 
  1. Upaya demo pekerja untuk menuntut kenaikan gaji dan jenis keadilan lainnya memerlukan energi dan waktu para pekerja. 
  2. Menuntut kenaikan gaji yang dilakukan juga telah memusingkan manajemen, yang jika dilakukan secara massal bahkan akan memusingkan masyarakat yang harus terjebak kemacetan akibat aksinya. 
  3. Gaji yang diterima merupakan hasil jerih payah satu bulan penuh. Keringat bercucur, bangun pagi melepas mimpi dan hangatnya selimut, kejar target, lembur, dimarahi bos, terjebak macet sepanjang perjalanan, kena sindiran rekan kerja, kena hardik pelanggan, memelototi layar monitor sampai tidak berkedip, penegangan urat saraf, tidak terenggangnya otot punggung, dan lain sebagainya. 
Dengan mengingat hal-hal tersebut, maka gaji yang diterima adalah hal berharga yang juga harus diupayakan untuk digunakan dengan sebaik-baiknya. Kenaikan gaji bukan berarti seorang karyawan bisa membelanjakan gajinya dengan jumlah yang lebih besar juga. Meskipun, sudah menjadi satu keniscayaan juga.... yang bisa dikatakan sebagai hukum alam (#tetapi tetap bisa disiasati tentunya), bahwa 'semakin besar uang yang diterima, maka kecenderungan untuk membelanjakannya juga semakin besar'. Nah agar gaji sebulan yang hanya datang sekali tidak seperti datang bulannya para wanita (yang ditunggu-tunggu kehadirannya setiap bulan, dan hanya berlangsung kurang dari satu pekan), maka beberapa tips mengelola gaji harus dilakukan: 
  1. Berniat untuk mencukupkan gaji yang diterima bulan ini bisa memenuhi kebutuhan satu bulan ini juga.
  2. Membuat list biaya-biaya selama satu bulan. Mulai biaya sosial (arisan, retribusi, sumbangan, sedekah), biaya rutin (transportasi, telepon, pulsa, air, listrik), biaya kebutuhan konsumsi (makan, bahan makanan, minum, snack, buah, dll), biaya toilettes dan body care, biaya cicilan jika ada, termasuk biaya asuransi.
  3. Mengelompokkan biaya-biaya tersebut dan membuat persentase dari setiap biaya. Misalnya 30% dari total biaya adalah biaya rutin, 5% dari total biaya adalah biaya sosial, dan lain-lain.
  4. Mengevaluasi biaya-biaya yang ada untuk membuat perencanaan saving dan/atau investasi (agar tabungan yang dimasukkan tidak diambil di akhir bulan, karena kehabisan dana yang telah direncanakan).
  5. Tidak menggunakan gaji bulan ini untuk menutup biaya bulan lalu, karena itu jangan sampai membuat pengeluaran bulan ini dengan merencanakan pengeluaran tersebut akan ditutup dengan gaji bulan depan. 
  6. Jika memungkinkan, menutup kebutuhan bulan depan dengan gaji bulan ini. Maka gaji bulan depan akan aman.....
Bisa jadi awalnya akan terasa berat dilakukan, karena kadang uang yang telah di tangan atau di dompet, dan bahkan yang telah disimpan di bank pun tidak kerasan, sehingga melompat-lompat keluar dan berpindah tempat.

Sebagai sedikit gambaran untuk menguatkan, bisa dibaca kalimat bijak berikut ya....
Orang besar adalah orang yang mampu mengendalikan diri dan melakukan investasi bagi tujuan yang jauh lebih besar daripada kebahagiaan sesaat (Barbara Carolina M.P)
Istilah kerennya Delay of Gratification.

4 komentar:

jay boana said...

kerenn makasih nasehatnya yah

momoffive said...

sama-sama, senang bisa berbagi....

Muhimudin Salmu said...

Susah juga

momoffive said...

yang susah bisa jd mudah :)
mungkin memulainya yg susah ....
jd mudah krn terbiasa
just for share, semoga bermanfaat

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. CocoNotes - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz Templates