Beli Roti atau Beli Apartemen Bos? Rame Banget

Surabaya, CocoNotes - Padatnya pengunjung event pemilihan unit Westown View yang diselenggarakan di Grand City Ballroom Level 4 dan Diamond...

Rental Surabaya
Showing posts with label Daya Saing. Show all posts
Showing posts with label Daya Saing. Show all posts

May 7, 2014

#Rental Surabaya Kembali Dukung Bimbingan Teknis Pemanfaatan Website bagi IKM Makanan dan Minuman di Surabaya

Suasana Ruangan Bimtek Pemanfaatan Website bagi IKM Makanan dan Minuman di Surabaya (Pic. by Aly Sadikin/Rental Surabaya/6 Mei 2014)
Surabaya, CocoNotes - Setelah sukses menggelar Bimbingan Teknis Pemanfaatan Website bagi Industri Kecil Menengah Makanan dan Minuman pada tanggal 14-15 April 2014 di Fave Hotel MEX Building, Jalan Pregolan 1 – 5 Surabaya, UPT Industri Makanan, Minuman, dan Kemasan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur kembali menyelenggarakan program yang sama di Hotel Tanjung, Jalan Panglima Sudirman 43-45 Surabaya pada tanggal 6-7 Mei 2014. Bimtek pemanfaatan website bagi IKM Makanan dan Minuman tersebut diikuti oleh 20 peserta yang merupakan pelaku IKM Mamin di Surabaya. 

Peserta Langsung Dapat Mempraktikkan secara Langsung dengan Laptop yang Disediakan oleh Rental Surabaya (Pic. by Aly Sadikin/Rental Surabaya/6 Mei 2014)
Melalui bimbingan teknis yang diharapkan dapat dilaksanakan secara periodik tersebut sehingga dapat meningkatkan daya saing IKM di pasar nasional dan global. Terutama dalam menghadapi persaingan bebas menjelang AFTA 2015. Pembimbingan pemanfaatan website di era digital memang sangat dibutuhkan bukan hanya oleh perusahaan skala besar, tetapi oleh seluruh pelaku usaha, agar mampu menjaring konsumen dalam jangkauan yang lebih luas. Selain itu, hal krusial yang harus segera diperhatikan adalah dalam hal pengemasan, di mana produk dalam negeri rata-rata masih lemah di bidang pengemasan. Seperti yang pernah dikatakan oleh AAY yang berkewarganegaraan Malaysia (19/4 2014), bahwa di bidang kualitas, Indonesia masih bisa bersaing dengan produk asing, hanya saja masih lemah dalam bidang pengemasan (packaging).

Bimtek pemanfaatan website bagi IKM tersebut didukung oleh Rental Surabaya yang merupakan perusahaan penyewa multimedia terkemuka di Surabaya. Perlengkapan yang disewakan oleh Rental Surabaya di antaranya adalah Laptop, proyektor, Screen, TV plasma, dan lain-lain, serta instalasi jaringan. Melalui tagline ‘one decision for all’, Rental Surabaya yang bernaung di bawah PT Karunia Mandiri Consultant siap mendukung event yang diselenggarakan perusahaan, komunitas, dan lembaga-lembaga baik pemerintah maupun swasta, seperti pelatihan, seminar, workshop, pameran, ujian online, gathering, dan lain-lain.

Link Terkait:

April 15, 2014

Tingkatkan Daya Saing: Pelatihan Website untuk IKM Makanan Minuman dan Kemasan Surabaya

Suasana Pelatihan Teknis Pemanfaatan Website bagi IKM Mamin dan Kemasan di Fave Hotel Mex Building Surabaya 14-15 April 2014 (pic. by Aly Sadikin (Rental Surabaya)/Surabaya, 14 April 2014)
Surabaya, CocoNotes - Industri Kecil Menengah (IKM) telah membuktikan keandalannya dalam menghadapi krisis. Di era teknologi informasi yang berkembang pesat ini, pemerintah berupaya untuk meningkatkan daya saing IKM melalui Pelatihan dan Bimbingan Teknis Pemanfaatan Website terhadap IKM Makanan Minuman dan Kemasan.
Pelatihan website kepada IKM Mamin dan Kemasan ini diharapkan menambah ilmu pengetahuan para pelaku (pegiat) IKM mengenai cara memasarkan secara online dan bagaimana mengemas produk yang menarik.

Suasana Pelatihan Teknis Pemanfaatan Website bagi IKM Mamin dan Kemasan di Fave Hotel Mex Building Surabaya 14-15 April 2014 (pic. by Aly Sadikin (Rental Surabaya)/Surabaya, 14 April 2014)
Pelatihan dan Bimbingan Teknis Pemanfaatan Website IKM Makanan Minuman dan Kemasan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Industri Makanan Minuman dan Kemasan diselenggarakan di Hotel Fave Hotel MEX Building, Jalan Pregolan 1-5, Surabaya 14 - 15 April 2014. Pelatihan yang diikuti sekitar 30 an pelaku IKM di Surabaya dan sebagian dari luar kota Surabaya tersebut didukung oleh Rental Surabaya sebagai penyedia jasa sewa laptop dan perlengkapan multimedia seperti proyektor, screen dan TV Plasma. Dengan dukungan kru dari Rental Surabaya, perlengkapan dan instalasi jaringan yang digunakan selama pelatihan dua hari, 14-15 April 2014 tersebut diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan maksimal.

Persiapan Sebelum Pelaksanaan Pelatihan, Dukungan Instalasi Perlengkapan untuk Presentasi oleh Rental Surabaya (pic. by Aly Sadikin (Rental Surabaya)/Surabaya, 14 April 2014)
Menyambut Harapan - Peserta Pelatihan Bimbingan Teknis Pemanfaatan Website bagi IKM Makanan Minuman dan Kemasan 14-15 April 2014 (pic. by Aly Sadikin (Rental Surabaya)/Surabaya, 14 April 2014)

April 13, 2014

Bi-Pro Magazine: Situs Lokal yang Tidak Hanya Jangkau Skala Nasional, Tetapi Go Internasional

Surabaya, CocoNotes – Bi-Pro Magazine merupakan majalah yang dikemas dan disajikan secara online untuk menyampaikan informasi tentang bisnis dan promosi produk dan layanan karya bangsa Indonesia. Lahirnya situs online Bi-Pro Magazine diilhami dari perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat, sehingga dapat dijadikan sebagai wahana untuk meningkatkan daya saing lokal menuju daya saing global. Jika sebelumnya, sebuah majalah hanya dapat dinikmati melalui sajian cetak, maka saat ini majalah dapat dinikmati secara elektronik, yaitu melalui majalah online yang disajikan melalui situs atau website. Melalui majalah online ini, informasi yang disampaikan dapat diakses oleh pengguna dengan lebih mudah, lebih cepat, lebih murah, dan lebih fleksibel (easier, faster, cheaper, flexible). 

Bi-Pro Magazine yang beralamat website di http://www.bipro-magazine.com/ dengan posisi kantor di Jalan Cipta Karya Gg. Paus No. 8 RT 03 RW 11 Kelurahan Tuah Karya Pekanbaru, Riau memang telah melakukan terobosan untuk menjadi majalah online bisnis dan promosi nomor 1 di Indonesia dengan jangkauan nasional dan internasional. Bagaimana tidak, dengan menggunakan sistem online Bi-Pro akan dapat diakses oleh siapapun tanpa batasan wilayah kekuasaan. Dengan demikian, meskipun lokasi Bi-Pro Magazine berada di Riau, tetapi dengan sistem online, Bi-Pro Magazine dapat dibaca oleh pembaca di belahan dunia manapun, mulai dari Amerika, Eropa, Australia, Kawasan Asia Timur, Barat, dan Selatan, sepanjang di wilayah tersebut ada sambungan internetnya. 

Majalah Online: Easier, Faster, Cheaper, Flexible 

Majalah online memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan majalah cetak, karena majalah online dapat diakses di mana saja dan kapan saja serta lebih cepat. Hanya dengan klik alamat website majalah, maka pengguna dapat menuju informasi yang diinginkan. Jaringan internet yang kini telah mampu menjangkau siapa saja dan di mana saja, karena internet dapat diakses melalui handphone yang notabene dimiliki oleh semua kalangan demografi, menjadikan siapa saja dapat membaca majalah online di mana pun dan kapan pun mereka mau. Ibaratnya, wherever, whenever, however, whoever, dan whatever, karena di manapun, kapanpun, bagaimanapun, dan apapun beritanya majalah online dapat dinikmati oleh siapapun. 

Sistem indeks dan pengarsipan majalah online juga memungkinkan pembaca dapat mereview informasi yang telah disampaikan beberapa waktu yang lalu, sehingga pembaca yang tidak sempat menikmati informasi terbaru, tetap dapat menikmatinya di kala sempat membacanya. 

Selain itu, jika mengandalkan majalah cetak, maka jangkauannya akan terbatas dan membutuhkan biaya yang lebih mahal untuk biaya cetak dan distribusinya. Melalui website, jangkauannya tidak hanya pada area lokal dan nasional saja, tetapi dapat mengglobal. Selain itu, biaya cetak dan biaya distribusi pun dapat dipangkas, sehingga lebih murah atau efisien. Di mana biaya tersebut dapat dimaksimalkan untuk biaya peningkatan kualitas layanan informasi dan kualitas sistem yang mendukung majalah online tersebut. Sehingga pengguna lebih terpuaskan melalui layanan informasi dan layanan sistem pendukung, serta sisi tampilan majalah. 

Bi-Pro Magazine dalam Perspektif Pemgguna: Kualitas Sistem Informasi dan Kualitas Layanan Informasi 

Model keberhasilan sistem informasi yang dikembangkan oleh DeLone dan McLean dalam Journal of Management Information System / Spring 2003, Vol. 19, No. 4, pp. 9–30. © 2003 M.E. Sharpe, Inc, yang berjudul The DeLone and McLean Model of Information Systems Success: A Ten-Year Update, menyebutkan bahwa kualitas sistem informasi (system quality), kualitas informasi (information quality), dan kualitas layanan informasi (service quality) merupakan tiga hal yang mendukung kepuasan pengguna yang menjadi ukuran keberhasilan sebuah sistem informasi, termasuk website. 

Secara umum, kualitas sistem informasi Bi-Pro Magazine sudah cukup bagus. Dengan loading yang cukup ringan, pengguna dapat segera melihat halaman yang ingin dibaca. Namun demikian, dari kualitas informasi dan kualitas layanan informasi masih belum memadai. Ragam informasi dan pemilahan jenis informasi dalam menu dan indeks masih harus diperhatikan, antara berita dan promosi. Hal ini dapat dilihat dari menu promosi yang seharusnya dapat diisi dengan iklan atau bentuk komunikasi pemasaran produk dan layanan, justru diisi dengan berita politik dan event.
Ragam Informasi dan Pemilahan Indeks yang Belum Rapi
Hal yang lain masih perlu dipertimbangkan juga adalah posisi Bi-Pro Magazine sebagai majalah, pastinya penyampaian informasinya akan berbeda dari portal atau situs harian online. Majalah umumnya memiliki periode penerbitan dengan kala tertentu dan bukan informasi harian. Hal ini belum ditemukan dalam Bi-Pro Magazine, yang ditunjukkan dari tidak adanya menu indeks pada kolom navigasi.
Belum ada menu indeks dalam navigasi atas
Blink-Blink Bi-Pro Magazine yang Masih Perlu Dipercantik 

Saat membuka situs Bi-Pro Magazine, kesan pertama yang terlihat adalah sosok yang tinggi, besar, dan gagah dengan rumbai-rumbai aksesoris yang blink-blink. Banyak banner yang bergerak (flash) dalam ukuran besar yang mengganggu kecantikan atau ketampanan tampilan Bi-Pro Magazine.

Header, Body, Sidebar, Serta Footer
Desain home (beranda) yang diawali dengan header dengan ukuran besar terkesan memakan tempat yang seharusnya dapat diisi dengan berita paling hangat maupun berita paling populer dengan gambar yang menarik pembaca untuk mengetahui isi informasinya. 

Demikian juga dengan footer yang dibiarkan kosong tanpa navigasi akan memaksa pengguna untuk melakukan scrolling ke atas menuju navigasi di header, karena di bagian footer tidak menyediakan menu navigasi untuk memancing pengguna untuk mencari tahu informasi lain yang disediakan oleh Bi-Pro Magazine. 

Akhirnya, sebagai media yang dikonsumsi publik secara global, pihak manajemen Bi-Pro Magazine secara terus menerus melakukan upaya perbaikan terhadap majalah online yang baru diluncurkan pada tanggal 11 bulan 12 tahun 2013 tersebut agar benar-benar mampu mengusung majalah bisnis dan promosi skala lokal menjadi situs bisnis dan promosi nomor satu di indonesia yang mampu menembus jangkauan khalayak internasional. 

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan sosialisasi kepada khalayak dengan mengundang para blogger di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi dalam Lomba Karya Tulis Blogger dengan hadiah total puluhan juta rupiah. Melalui lomba tersebut para blogger diharapkan dapat menyampaikan aspirasi dan inspirasi sebagai masukan bagi manajemen Bi-Pro Magazine untuk melakukan langkah inovatif, kreatif, dan atraktif untuk pengembangan Bi-Pro Magazine di masa yang akan datang.


November 30, 2013

Mahakarya Indonesia Digital Network: Pendorong Peningkatan Daya Saing Bangsa

Telkom, 2013b
Surabaya, CocoNotes – Daya saing global merupakan wacana yang vital bagi sebuah bangsa, karena daya saing bangsa akan menentukan citra bangsa di mata dunia. Ketika daya saing sebuah bangsa lemah di mata dunia, maka dunia akan memandang adanya ketidakmampuan bangsa tersebut dalam mengelola sumberdaya dan potensi yang dimiliki oleh bangsa tersebut. Sebaliknya, ketika daya saing bangsa kuat di mata dunia, maka hal itu merefleksikan kemampuan kemampuan sebuah bangsa dalam menyejahterakan penduduknya melalui pengelolaan segenap potensi dan sumberdaya yang dimiliki.

Mengapa Daya Saing itu Penting bagi Sebuah Bangsa?
Arslan dan Tathdil (2012) mengutip pendapat Haque (1995) bahwa daya saing bangsa merupakan "the ability of a country to produce goods and services that meet the test of the international markets and simultaneously to maintain and expand the real income and also rise the welfare level of its citizens". Artinya, daya saing merupakan kemampuan sebuah negara untuk menghasilkan barang dan jasa yang bisa memenuhi kebutuhan pasar internasional dan secara simultan akan mempertahankan dan menambah pendapatan bangsa dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan penduduknya. 
Sementara itu, IMD’s World Competitiveness Yearbook memberi definisi daya saing sebagai “economy manages the totality of its resources and competencies to increase the prosperity of its population” (Atkinson, 2013). Artinya, daya saing adalah kemampuan yang dimiliki oleh individu (atau organisasi atau bangsa) dalam mengelola keseluruhan sumberdaya dan kompetensi untuk meningkatkan kemakmuran penduduk. 
Dari dua definisi daya saing tersebut maka bisa dijelaskan bahwa daya saing adalah kemampuan bangsa untuk mengelola sumberdaya yang dimiliki, sehingga bisa diubah menjadi barang dan jasa yang bisa memenuhi kebutuhan pasar nternasional, sehingga akan meningkatkan pendapatan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan penduduknya. 
Dengan kata lain, daya saing bangsa yang baik akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan penduduk bangsa tersebut. Sehingga bisa dijelaskan bahwa daya saing bangsa merupakan hal krusial bagi sebuah bangsa, karena merupakan penentu kesejahteraan bangsa.

Daya Saing Bangsa Indonesia: Sebuah Perspektif 
Negara Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk yang besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Indonesia, hasil sensus penduduk tahun 2010 menunjukkan bahwa jumlah penduduk di Indonesia mencapai 237 641 ribu (Badan Pusat Statistik, Februari 2012). 
Menurut Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Fasli Jalal, pada 2013 ini diperkirakan jumlah penduduk Indonesia akan bertambah menjadi 250 juta jiwa dengan pertumbuhan penduduk 1,49 persen per tahun (Melissa dan Muhammad, 2013). Jumlah penduduk yang besar tersebut merupakan potensi bagi sebuah negara, karena penduduk merupakan sumberdaya manusia yang akan mendukung pencapaian tujuan sebuah negara, yang bahkan berperan sebagai subyek atau pelaku bagi pencapaian tujuan tersebut. Sumberdaya manusia ini akan menentukan proses tumbuh dan berkembangnya suatu negara bahkan dapat juga menjadi penyebab jatuhnya sebuah negara. Oleh karena itu, sumberdaya manusia dalam sebuah negara harus dibangun kesejahteraan fisik dan psikisnya agar sumberdaya manusia itu bisa menjadi potensi positif bagi bangsa dan mampu mengharumkan nama bangsa di belahan dunia melalui peningkatan daya saing bangsa (nation competitiveness). 
Namun demikian, besarnya sumberdaya manusia yang dimiliki oleh bangsa Indonesia saat ini masih belum sepenuhnya mendukung bangsa Indonesia untuk memiliki daya saing global. Hal ini ditunjukkan dari fakta peringkat Global Competitiveness Indox (GCI) yang diraih oleh Indonesia pada tahun 2012-2013 yang berada di peringkat 50 dengan skor 4,40 (skor 1-7). Jika dibandingkan dengan posisi GCI Indonesia pada tahun 2011-2012 yang mampu mencapai peringkat 46, posisi ini mengalami penurunan sampai empat peringkat. 
Penurunan GCI ini salah satunya adalah disebabkan oleh masih lemahnya kesiapan negara Indonesia dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), yang meraih skor 3,56 (skor 1-7) dan berada pada peringkat 85 dari 144 negara yang dijadikan sampel. Sedangkan faktor lain seperti lingkungan makroekonomi dan ukuran pasar, masih berada di peringkat yang lebih baik, yaitu peringkat 28 untuk lingkungan makro ekonomi dan peringkat 18 untuk ukuran pasar (Schwab dan Sala-i-Martin, 2012). Fakta tersebut menunjukkan bahwa peluang bangsa Indonesia masih besar untuk meningkatkan peringkat daya saing global, jika bangsa Indonesia lebih siap dalam memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. 
Upaya-upaya peningkatan daya saing bagi bangsa Indonesia merupakan hal krusial yang harus benar-benar diperhatikan, karena Indonesia yang kaya akan sumberdaya, baik sumber daya manusia maupun sumberdaya alam, sehingga ketika daya saing bangsa Indonesia rendah, maka hal itu menunjukkan ketidakmampuan bangsa dalam mengelola potensi dan sumberdaya yang dimiliki. Itulah makanya, peningkatan daya saing menjadi krusial bagi sebuah bangsa untuk memperbaiki citra dan reputasi bangsa di mata dunia, karena daya saing itu akan merefleksikan kemampuan bangsa dalam mensejahterakan rakyatnya. 

Ilustrasi di atas menunjukkan bahwa peningkatan daya saing bangsa melalui pengelolaan sumberdaya yang dimiliki adalah hal penting bagi sebuah bangsa. Di mana daya saing tersebut dicapai melalui optimalisasi kompetensi, pengetahuan, dan penguasaan teknologi guna menciptakan inovasi, kreasi, dan produktivitas bangsa sebagai alat untuk meningkatkan daya saing.

Mahakarya Indonesia Digital Network 2015: Pendorong Peningkatan Daya Saing Global
Sumber: http://www.telkomsolution.com/
Di era teknologi yang berkembang sangat pesat ini, Indonesia harus mampu menghadapi setiap titik perubahan teknologi agar tidak lagi ketinggalan dari negara-negara lain di dunia. Wie (2005) menjelaskan bahwa dalam rangka meningkatkan daya saing, maka kebijakan makroekonomi yang ditetapkan pemerintah harus didukung dengan adanya upaya perbaikan penggunaan TIK yang diiringi dengan: (1) peningkatan kemampuan sumberdaya manusia agar lebih siap dalam menerima perkembangan teknologi yang pesat; (2) meningkatkan akses terhadap perkembangan teknologi di luar negeri; dan (3) menyediakan layanan yang mendukung pengembangan teknologi. 
Ketiga hal tersebut menjadi krusial, karena meskipun selama tiga dekade terakhir pertumbuhan industri di Indonesia telah diiringi dengan peningkatan penggunaan teknologi, namun penggunaan TIK di Indonesia masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Thailand, dan Philipina. Apalagi jika dibandingkan dengan Macan Asia seperti Korea, China, danTaipei (Wie, 2005). 
Bahkan, Simatupang dkk (2012) menyebutkan bahwa jika dibandingkan dengan anggota negara ASEAN seperti Thailand, Indonesia tidak mampu menyerap investasi asing akibat inovasi dan kreativitas yang masih lemah, yang merupakan dampak dari masih kurang siapnya masyarakat Indonesia dalam menggunakan teknologi. 
Di sisi lain, Simatupang dkk (2012) menjelaskan bahwa kemampuan sebuah bangsa untuk mampu bersaing di pasar global adalah kesiapannya dalam menggunakan teknologi digital dan membangun global networking (jaringan global), karena penggunaan teknologi digital dan pengembangan jaringan global tersebut akan mengantar bangsa untuk melakukan inovasi dan kreasi dengan lebih cepat. 
Oleh karena itu, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), sebagai penyedia layanan di sektor teknologi informasi dan komunikasi terkemuka di Indonesa mengeluarkan layanan Indonesia Digital Network (IDN) sebagai upaya untuk mendukung program MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) 2011-2025, sebuah program yang dicanangkan oleh Negara Indonesia untuk meningkatkan produktivitas Nasional. Melalui IDN, Telkom siap membangun 15 juta homepass dan 1 juta wifi pada tahun 2015 untuk mewujudkan salah satu pilar utama MP3EI yaitu konektivitas (Telkom Indonesia, 2013a). 
Roadmap IDN 2015 (Sumber: Telkom Indonesia, 2013b)

Mahakarya Indonesia Digital Network 2015, Persembahan Telkom untuk Indonesia

Indonesia Digital Network meliputi tiga komponen utama, yaitu ID Access, ID Ring, dan ID Convergence (Telkom Indonesia, 2013b). 
  1. ID Access adalah pengembangan infrastruktur jaringan akses melalui high speed broadband access melalui jaringan serat optik (optical fiber) dan wifi. Dalam hal ini program yang dicanangkan adalah membangun 15 juta homepass (dari rumah ke rumah) dan 1 juta wifi pada tahun 2015. 
  2. ID Ring merupakan pengembangan infrastruktur jaringan berbasis IP-Based dan Optical Backbone Network. Inisiatif ID Ring ini dapat dilihat dari proyek Palapa Ring dari Pemerintah RI untuk menghubungkan seluruh jaringan backbone berbasis serat optik yang mana PT Telkom terlibat di dalamnya, dengan membangun 30 titik router tera dan 75.000 km jaringan backbone nasional dan regional. 
  3. ID Convergence merupakan pengembangan infrastuktur jaringan next generation yang terintegrasi (integrated next generation network – NGN) untuk multi service dan multi screen. 
Mahakarya IDN 2015 oleh Telkom ini telah diwujudkan dalam program Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) di wilayah-wilayah terpencil, khususnya di kawasan timur Indonesia. Program MPLIK merupakan bentuk kepedulian Telkom dalam mendukung upaya pemerintah mewujudkan Indonesia Connected, yakni dengan memberikan akses internet yang mudah, murah dan aman bagi masyarakat di wilayah-wilayah terpencil Indonesia.
Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (Telkom Indonesia, 2013c)
Dalam penyelenggaraan MPLIK, Telkom menggelar sebanyak 6 paket pekerjaan, antara lain:
  • Paket 4 (Jambi, Riau, Kepulauan Riau)
  • Paket 12 (Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo)
  • Paket 13 (Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara)
  • Paket 14 (Sulawesi Selatan), Paket 17 (Kalimantan Tengah)
  • Paket 20 (Papua dan Irian Jaya Barat) (Telkom Indonesia, 2013c). 
Mahakarya IDN 2015 oleh Telkom untuk Indonesia juga diwujudkan melalui pengembangan Maluku Cable System (MCS) yang merupakan bagian dari program pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS). SMPCS merupakan kelanjutan dari pembangunan Mega Proyek Palapa Ring dan menjadi salah satu program Telkom dalam mewujudkan Indonesia Digital Network (IDN). Sebelumnya pada tahun 2011, Telkom berhasil menggelar Mataram Kupang Cable System. 
Melalui proyek MCS, konektivitas akan semakin meluas dan meningkatkan kapasitas layanan data di daerah-daerah yang belum dilayani secara memadai, hal ini penting untuk meningkatkan akses broadband untuk seluruh masyarakat, sehingga penyebaran informasi kepada masyarakat dapat diperoleh secara merata. Pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut SMPCS mencakup penggelaran Kabel Laut sepanjang 5.444 km dan Kabel Darat sepanjang 655 km. 
Secara Network Design, SMPCS terdiri dari 3 jalur utama dan 13 cabang. 3 Jalur utama tersebut meliputi:
  • Manado – Ambon – Fakfak – Timika
  • Manado – Sorong – Biak – Jayapura
  • Ambon – Kendari
Sementara itu, 13 cabang tersebut meliputi: Jailolo, Ternate, Labuha, Sorong, Mangole, Sanana, Namlea, Masohi, Banda Neira, Bula, Manokwari, Sarmi, dan Kaimana. 
Dengan mengoptimalkan teknologi Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM), SMPCS mampu mendukung jaringan hingga kapasitas bandwidth 32×100 Gigabytes per fiber pair-nya (Telkom Indonesia, 2013a).

Penutup 
Sumber: http://www.telkomsolution.com/
Melalui Mahakarya Indonesia Digital Netwok 2015, PT Telkom mendukung program MP3EI untuk mewujudkan konektivitas dan produktivitas. Pada akhirnya, melalui mahakarya IDN 2015 Telkom, bangsa Indonesia bisa meningkatkan upaya pengelolaan sumberdaya dan potensi untuk mencapai daya saing global, karena dengan Indonesia Digital Network, maka akan tersedia elemen-elemen pembentuk daya saing di pasar global, di antaranya data dan informasi yang tepat, layanan yang memuaskan, dan peningkatan efisiensi (Simatupang dkk, 2012). 
  1. Data dan informasi yang cepat dan tepat. Melalui implementasi IDN maka kualitas dan diseminasi informasi di setiap sektor dan wilayah akan bisa diperbaiki, karena melalui program IDN, seluruh bangsa jangkauan jaringan informasi bisa diakses di seluruh wilayah Indonesia. Dengan demikian setiap sektor dan wilayah bisa melakukan pengembangan database, implementasi rogram penelitian dan pengembangan (R & D),dan sistem informasi yang memadai. 
  2. Penyampaian layanan yang memuaskan (excellence). Jika sistem telah dikembangkan dengan informasi yang cepat dan tepat maka layanan yang tersedia akan lebih baik dan lebih memuaskan, karena data digital dalam database lebih mudah diakses. 
  3. Peningkatan efisiensi, efektivitas, produktivitas, dan stabilitas. Teknologi digital yang kompleks tetapi sederhana dan fleksibel akan memudahkan aktivitas dan operasional prosedur yang ditetapkan. Sehingga segala aktivitas bisa diestimasi implementasinya dengan lebih akurat dan aktual. 

Referensi 
  • Arslan, Neslihan dan Hüseyin Tathdil. (2012). Defining and Measuring Competitiveness: A Comparative Analysis of Turkey With 11 Potential Rivals. International Journal of Basic & Applied Sciences IJBAS-IJENS Vol: 12 No: 02, pp. 31-43. © April 2012 IJENS. 
  • Atkinson, Robert D. (August 2013). Competitiveness, Innovation and Productivity: Clearing Up the Confusion. Paper. The Information Technology and Innovation Foundation (ITIF), Washington, D.C. 
  • Badan Pusat Statistik. (2012). Perkembangan Beberapa Indikator Utama Sosial-Ekonomi Indonesia. Katalog BPS: 3101015. Jakarta: Badan Pusat Statistik. 
  • Melissa, Feny dan Djibril Muhammad. (2013). 2013 Penduduk Indonesia Diperkirakan 250 Juta Jiwa. Republika Online, 17 Juli 2013, dipetik melalui http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/07/17/mq2oy6-2013-penduduk-indonesia-diperkirakan-250-juta-jiwa, pada September 2013. 
  • Schwab, Klaus dan Xavier Sala-i-Martín. (2012). The Global Competitiveness Report 2012–2013. Insight Report. Geneva: World Economic Forum. 
  • Simatupang, Togar M., Sony Rustiadi dan Dohar Bob M. Situmorang. (2012). ‘Enhancing the Competitiveness of the Creative Services Sectors in Indonesia’ in Tullao, T. S. and H. H. Lim (eds.), Developing ASEAN Economic Community (AEC) into A Global Services Hub, ERIA Research Project Report 2011-1, Jakarta: ERIA, pp.173-270. 
  • Telkom Indonesia. (2013a). Serat Optik Sepanjang 6000 KM Siap Membentang Menyatukan Kawasan Timur Indonesia. Siaran Pers Telkom Indonesia, 28 Mei 2013, dipetik melaluihttp://www.telkom.co.id/serat-optik-sepanjang-6000-km-siap-membentang-menyatukan-kawasan-timur-indonesia.html. 
  • Telkom Indonesia. (2013b). PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. September 2013. Dipetik melalui http://www.telkom.co.id/assets/uploads/2013/05/TLKM_NDR_SEPT_OCT_2013.pdf. 
  • Telkom Indonesia. (2013c). Membangun Masyarakat Digital Di Kawasan Terpencil Indonesia Dengan MPLIK. Siaran Pers Telkom Indonesia, 28 Mei 2013, dipetik melalui http://www.telkom.co.id/membangun-masyarakat-digital-di-kawasan-terpencil-indonesia-dengan-mplik-2.html. 
  • Wie, The Kian. (2005). Technology and Indonesia’s Industrial Competitiveness. Second LAEBA (Latin America/Caribbean and Asia/Pacific Economics and Business Association) Annual Meeting Buenos Aires, Argentina – November 28-29, 2005.

CocoGress