January 28, 2014

Pelangi Korupsi: Laten Menghias Negeri

Pic. CocoNotes/Surabaya, 2013
Surabaya, CocoNotes - Korupsi memang penyakit yang harus dibasmi. Tetapi, korupsi di negeri ini adalah sejenis penyakit kronis yang bersifat laten, yang disebut oleh pakar komunikasi, Prof. DR. Tjipta Lesmana M.A. sebagai Cronical Crimes. Dalam ilmu statistik, variabel latent adalah variabel yang unobservable, sehingga dia akan terlihat ketika ada observed variabel yang menjelaskannya. Observed variable ini pun bisa dianggap valid dan reliabel dalam menjelaskan variabel latent, ketika observed variabel telah teruji melalui analisis konfirmatori (confirmatory analysis). Jika demikian, maka korupsi sebagai penyakit yang bersifat latent harus dijelaskan oleh penyaki-penyakit lain yang mudah dilihat secara kasat mata. Di mana penyakit-penyakit tersebut pun masih harus diuji validitas dan reliabilitasnya melalui konfirmasi-konfirmasi.

Ah, mbulet sekali.

Ya, memang terlihat mbulet dan njelimet. Tetapi tetap harus dilakukan pengujian-pengujian secara sistematis, logis, dan metodis, agar korupsi bisa benar-benar dibasmi. Bukan, terlihat membasmi, tetapi tidak juga terbasmi. Caranya? Ya itu tadi, menguji indikator-indikator korupsi yang secara valid, reliabel, dan ... independen.

Mengapa harus independen?
Dalam menjelaskan penyakit yang bersifat latent, maka indikator-indikator yang diuji akan mengandung estimasi eror. Nah, pengujinya harus mampu mengestimasi adanya eror tersebut, sehingga kemungkinan terjadinya eror pun kecil.
Bayangkan saja, ketika ada dugaan korupsi Hambalang, Nazaruddin, Angelina 'Angie' Sondakh, Akil Mukhtar, Djoko Susilo, Rudi Rubiandini, Luthfi Hasan Ishaq, Fathanah, dan lain-lain, maka akan ada analisis terhadap pihak-pihak yang terlibat, apa, siapa, bagaimana, mengapa, dan di mana, berapa besarnya, untuk apa, dan untuk siapa adalah sekelumit analisis yang harus dilakukan agar bisa ditemukan kerangka konseptual dan kerangka pikirnya ....
Sumber: CocoNotes

Dan, ketika sudah ada pihak yang diduga, maka pemeriksaan lanjutan pun dilakukan, hingga akhirnya ditemukan benang merah, kuning, hijau, seperti pelangi yang saling berhubungan. Membentuk pelangi korupsi yang menghias negeri, dan menjadi tontonan anak negeri .... 
Entah merasakan keindahannya, atau justru terjungkir balik akibat kengerian ... Karena tangga pelangi itu akan menghiasai negeri yang diisi oleh koruptor-koruptor pelaku korupsi, entah sampai ke mana. Apakah menuju bidadari-bidadari atau peri jahat yang penuh tipu muslihat ....

0 komentar:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. CocoNotes - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz Templates